TNI Dilarang Ikut Penggusuran, Al Araf : Itu Tugas Pol PP

139 views

KORDANEWS – Jakarta,TNI diminta tidak melakukan hal-hal di luar kemiliteran seperti ikut menggusur dan menjadi penjaga perkebunan. Hal itu dinilai melanggar kewenangan TNI dan Pasal 7 ayat dan ayat 3 UU TNI.

“Tugas militer di luar perang, pelibatan tugas militer di politik, menurunkan derajat dari militer. Maka dari itu pasal 7 ayat 3 dikunci. Jika militer bergerak tanpa persetujuan negara, penyelewengannya tinggi,” kata Direktur Eksekutif Imparsial, Al Araf.

Hal itu disampaikan dalam Diskusi Publik ‘Problematika Operasi Militer Selain Perang’ dalam rangka memperingati HUT TNI yang ke-71 yang digelar di Gedung YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Pasal 7 ayat 3 UU TNI menyebutkan TNI tidak serta merta turun sendiri dengan inisiatifnya sendiri.

“Apa yang terjadi? Tampaknya agak berlebihan. Misal militer terlibat penggusuran di Jakarta. Memang aparat kepolisian tidak bisa mengatasi penggusuran?” ujar Al Araf.

Menurut Al Araf, penilaian profesionalitas TNI ada di tangan Presiden.

“Lagipula masih ada Satpol PP juga. Pelibatan militer dalam penggusuran itu keliru. Di negara demokrasi mana pun, akuntabilitas penanganan terorisme clear. Pertanyaannya, boleh nggak TNI mengatasi terorisme? Boleh,” cetus Al Araf.

Hal serupa dipaparkan pegiat YLBHI, Bahrain. Ia menyesalkan TNI masih menjadi penjara perkebunan atau pertambangan.

“Kita sayangkan, ketika rakyat kita dihadapkan kekuatan ekonomi dalam tanda kutip. Seperti masalah perkebunan, TNI menjaga perkebunan, menjaga tambang, dan di Kalimantan keterlibatan TNI dan polisi kuat. Tidak ada mekanisme yang ideal ketika masyarakat berhadapan dengan masyarakat. Ini yang menjadi PR, banyak problem TNI yang harus dikerjakan,” ucap Bahrain di tempat yang sama.”Masih banyak persoalan di tubuh internal TNI, ketimbang mengurusi rakyat. Fenomena sekarang, TNI menakuti masyarakat, harusnya masyarakat yang mengontrol TNI. Waktu saya ke Bangka Belitung mengenai masalah tambang, ternyata di sana itu ilegal tetapi terbuka, saya malah bingung. Ternyata kondisi seperti itu dibiarkan, tetapi dikawal TNI dan Polisi,” cetus aktivis berambut panjang itu.

editor.Ariyanto

sumber. Detik

No related post!

Tinggalkan pesan