Kemarau Panjang, Petani Kopi di Lahat Khawatir Gagal Panen


KORDANEWS – Kemarau panjang yang sudah berlangsung beberapa bulan ini di Kabupaten Lahat, banyak dampaknya terhadap tanaman dan tumbuhan yang menjadi kekeringan. Begitu juga dengan beberapa sumber mata air dari sumur kini sudah kering dan tak mengalir lagi.

Terlebih lagi bagi para petani kopi, saat ini sudah merasakan dampaknya sebelum musim panen tahun depan. Karena kondisi bunga yang akan menjadi buah kopi, kini sudah terbakar oleh teriknya matahari.

Menurut saidin seorang petani kopi dari Desa pulau pinang menuturkan semenjak tidak di hujani beberapa bulan ini, kembang yang bakal menjadi buah kopi kini mengering, Sabtu (04/08).

“Pecaknye gagal panen lagi kite pekebun kawe ni. Makmane pule, bunge kawe ni lah mutung gale. Padahal, kawe inilah harapan kami,”tuturnya.

Ditanya soal berapa penghasilan pertahun dari hasil panen kopi, Saidin katakan satu hektar kebun kopi, kalau normal dan tidak kemarau bisa mencapai 1,5 ton dari 3000 batang kopi. Tetapi untuk musim tahun ini, Ia hanya mendapatkan separuhnya.

“Hasil panen kita tahun ini sangat minim, karena bunga tahun kemarin banyak berguguran dan tak menjadi buah. Makanya kami ragu lagi untuk musim tahun depan, karenanya bunganya sekarang sudah banyak terbakar oleh panasnya matahari. Semoga hujan lekas turun, agar tanaman menjadi segar kembali,”harapnya.

Editor : mahardika

ekonomi

Posting Terkait

Tinggalkan pesan