Bupati Palak Kadis Buat Ongkosi Istrinya Maju Pilkada


KORDANEWS – Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) nonaktif, Abu Bakar diketahui meminta bantuan dana kepada sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah KBB terkait pencalonan istrinya, Elin Suharliah di Pilbup 2018. Mereka akan dicopot dari jabatannya jika tidak menuruti permintaannya.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Kelas 1a Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (6/8).

Sidang tersebut menghadirkan saksi mantan Kepala Bappeda Adiyoto dan mantan Kadisperindag, Weti Lembanawati dengan terdakwa mantan Kepala BKDSDM Bandung Barat, Asep Hikayat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Budi Nugraha awalnya menanyakan kepada dua orang saksi, Weti dan Adiyoto terkait para kepala dinas rela memberikan bantuan dana.

Dalam kesaksiannya, Adiyoto mengaku, mantan Sekda Bandung Barat, Maman S Sunjaya pernah mengumpulkan 17 kepada dinas pada akhir tahun 2017 di rumah dinasnya. Ia mengumumkan bahwa dirinya akan maju bersama Elin di Pilkada dan meminta dukungan moril dan materil.

Selain itu, saat jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) 11 April 2018, terungkap bahwa sejumlah kepala dinas diancam akan dicopot jabatannya oleh Abubakar jika tidak membantu Elin dan Maman.

“Pernah menyampaikan beberapa kali, kalau tidak (nurut), akan dibinasakan (dicopot jabatannya),” ucap Adiyoto dilansir dari Merdeka.com.

Lalu, pertemuan kedua antara Abubakar dan 21 Kepala Dinas berlangsung di awal Januari 2018. Mereka membicarakan teknis pengumpulan dana pencalonan Elin dan Maman.

Adiyoto, Weti dan semua kepala dinas menterjemahkan bahwa istilah ‘bantuan’ yang diminta Abubakar yaitu perintah agar para kepala dinas menyiapkan dana atau anggaran.

“(Abubakar) bilang mohon dibantu, untuk persiapan Pilkada. Kita semua menterjemahkan kalau bantuan materialnya adalah dana,” ujarnya.

Baca Juga :   Perintah Pengadilan, KPK Tetapkan Mantan Wapres Boediono Tersangka

Sementara itu, Abubakar mengakui bahwa dirinya memerintahkan para kepala SKPD untuk diminta bantuan dalam pencalonan istrinya yang maju di Pilkada 2018.

Permintaan itu disebut sebagai bentuk kebersamaan para kadis membantu kegiatan Pilkada Bandung Barat.

Abubakar tidak bisa berkutik saat JPU KPK memutarkan rekaman percakapan yang disadap antara Abubakar dan Weti Lembanawati. Abubakar menanyakan soal dana yang diistilahkannya sebagai potensi untuk keperluan kampanye istrinya.

“Eta potensi (uang) teh tos aya teu acan? (itu potensi sudah ada belum?)” tanya Abubakar kepada Weti dalam rekaman yang diputar di persidangan.

Abubakar juga mengaku pernah meminjam uang sebesar Rp 100 juta kepada Weti untuk kebutuhan tim pemenang paslon 1 (Elin-Maman). Menurut Abubakar, Weti dianggapnya sanggup menyiapkan dana karena merupakan kadis yang paling loyal. Uang itu pun belum dikembalikan oleh Abu Bakar.

“Saya tidak meminta, tapi Pak Adiyoto dan teman-teman yang berusaha membantu. Saya tidak mengiyakan, hanya senyum-senyum,” ucapnya.

Saat ditanyakan kembali ke Adiyoto, dia pun tidak menampiknya. Padahal sebelumnya, Adiyoto dan Weti serta para kadis lainnya dimintai bantuan untuk penggalangan dana dengan nominal antara Rp 40-65 juta.(net)

Editor : mahardika

korupsi kpk

Posting Terkait

Tinggalkan pesan