Tak Lulus Seleksi Bintara, M Rafy Laporkan Kapolda Sumsel


KORDANEWS – Karena ada kejanggalan atas hasil keputusan panitia penerimaan siswa Sekolah Calon Bintara Polri Polda Sumsel tahun 2018, Muhammad Rafy Ronald (20) bersama orang tuanya Mulyadi dan kuasa hukumnya Yusmaheri SH mendatangi Pelayanan Pengaduan Bidang Propam Polda Sumsel Rabu (8/8).

Kedatangannya tak lain untuk melaporkan ketua panitia daerah penerimaan siswa Sekolah Calon Bintara Polda dalam hal ini Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Saat ditemui usai membuat laporan Rafy mengatakan namanya masuk rangking 19 dari 24 orang yang diberangkatkan ke SPN Betung.

Anehnya namanya hilang begitu saja. Sebanyak 18 orang bintara lainnya masuk, bahkan salah satu calon bintara rangking 20 berangkat ke Sulawesi.

Sementara itu, Yusmaheri kuasa hukum Muhammad Rafy Ronald mengatakan rekrutmen calon Bintara Polda Sumsel tahun 2018 – 2019 diduga ada pelanggaran yang merugikan kliennya.

“Klien saya (Rafy) ini rangking ke 19, direkrut dari Polres Ogan Ilir, nah dari penetapan kriteria seharusnya 24 orang diberangkatkan jadi 23 orang dari kuota Polres Ogan Ilir. Tapi ada penambahan satu orang kebijakan dari Mabes untuk diberangkatkan dari Polda Sumsel untuk pendidikan ke Sulawesi. Tetapi kenapa rangking 20 yang masuk dan diberangkatkan, sedangkan Rafy rangking 19 tidak diberangkatkan,” jelasnya.

Lanjutnya, dari mana slogan yang digaungkan Polri bahwa rekruitmen calon anggota Polri bersih accountable dan transparan, lalu kriteria apa yang diambil, kenapa rangking 20 diambil, sedang yang rangking 19 tidak masuk sama sekali.

Menanggapi hal ini, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara SIk MH menegaskan pihaknya berusaha bersih dari unsur permainan dalam pelaksanaan rekruitmen Bintara Polri.

“Dalam upaya penerimaan calon anggota polisi benar-benar bersih dan tidak ada unsur KKN. Semua tahapan rekrutmen dilakukan dengan bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Jadi semestinya kalau lulus dan tidak terpilih jangan menyalahkan Kapoldanya, tapi sekali lagi saya selaku pribadi Zulkarnain tidak masalah” tanggapnya.

Baca Juga :   Polda Sumsel Tingkatkan Kewaspadaan

Menurutnya rekruitmen ini, dirinya mengaku tidak ada kebijakan yang dilakukan secara pribadi, namun yang menentukan dari panitia daerah atas petunjuk Mabes Polri.

“Memang ada penambahan satu orang dan kita sangat berterima kasih ada penambahan satu orang, dan saya sama sekali tidak ada kewenangan untuk menentukan siapa yang harus berangkat, namanya saja penambahan dari Mabes Polri,” cetusnya.

Mengenai salah satu bintara rengking 19 yang tidak diberangkatkan, dikatakan Kapolda, bahwa yang bersangkutan memang lulus nomor 19 dan tidak terpilih dan kenapa yang nomor 20 terpilih, hal itu karena memang adanya tambahan kuota dan sekali lagi bukan kebijakan Kapolda.(Dik)

Editor: Janu

Polda Sumsel seleksi bintara

Posting Terkait

Tinggalkan pesan