Sepi Pembeli, Pedagang di Sumsel Expo Banyak yang ‘Gulung Tikar’


KORDANEWS – Harapan untuk memeriahkan dan menambah pemasukan di Sumsel Expo 2018 dengan berjualan kuliner ternyata tak memperoleh hasil. Meskipun tempat tersebut menjadi salah satu pilihan peserta Asian Games 2018 untuk menikmati kuliner di Kota Palembang.

Uki sebagai salah satu pedagang yang menyewa stand di area Zona C mengatakan, dari awal pertama pembukaan dan loading barang sudah tidak ada penanggung jawab dan tidak seusai dengan perjanjian awalnya.

Selain itu, tempat yang disewa pun berubah tanpa pemberitahuan, juga banyak pedagang yang tak terdaftar muncul menempati area yang sudah ditentukan dari awalnya.

Dikatakanya, waktu yang diharapkan selama 10 hari disana, ternyata baru berjalan dari hari pertama sudah tidak ada orang yang mampir karena terhalang oleh pakir kendaraan, apalagi jalan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan masuk ke Zona C.

“Penerangan yang disediakan disana pun tidak memadai, hanya per 5 meter disediakan satu lampu sebagai penerangan dan pakir nya pun sangat memberatkan waktu hari kedua melonjak naik 2 x lipat dari kendaraan bermotor Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu, dan kendaraan mobil Rp 10 ribu menjadi Rp 20 ribu,”jelasnya.

Menurutnya, semua panitia sudah dicoba untuk dihubungi, ditemui pun panitia tidak bisa karena selalu tidak ada ditempat dan ditelpon tidak di angkat dan WA pun tidak juga dibaca mau pun dibalas, karena itu pada hari keempat ini sudah banyak tanent yang menutup stand karena sepi tidak ada pengujung sama sekali.

“Kami sebagai penyewa tanan merasa kecewa, sebagai penghubung kami dalam mengikuti Sumsel Expo 2018 karena semua sudah dibayar, namun dari hari pertama pun masih berantakan dan rumput masih panjang juga belum ada penjagaanya,”bebernya.

Baca Juga :   Harno Pamerkan Kerajinan Khas Palembang di Ajang Nasional

Hal ini pun menurutnya sudah pada menjadi keluhan di IG #sumselexpo 2018 yang menyerukan “Sayang banget expo nya seperti kurang persiapan, malu 2x in aja, mana jalannya banyak ranting dan jalan tidak rata bener-bener event yang dipaksa. banyak pedagang liar disana.

“Kami sudah sangat kecewa dan kalau belum bisa mengadakan event-event seperti ini enggak usah diadakan, bakal membuat malu saja, apa lagi promosinya kurang, coba mengikuti standar yang berlaku seperti di mall dan profesional dalam pengadakannya jangan sudah menerima uang langsung kabur,” pungkasnya (eh)

Editor : mahardika

ekonomi

Posting Terkait

Tinggalkan pesan