Oknum Kades Dalangi Pembunuhan Sekuriti PT Lonsum Lahat


KORDANEWS – Aksi pembunuhan petugas keamanan PT London Sumatera (Lonsum), Lahat, Kamis (21/9/2018) lalu ternyata didalangi oleh seorang oknum Kades.

Hal ini terungkap setelah Subdit III/Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel menangkap empat pelakunya.

Keempat orang pelaku yakni Herliansyah (29), warga Desa Tanah Pilih, Kelurahan Tanah Pilih, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Najamudin, warga Desa SP 3 Palem Baja Desa Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Yandri (35) warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat dan Risansi (48) alias Anggok Kades Suka Makmur.

Sebelum peristiwa berdarah tersebut terjadi, Kamis (20/9), Kades Suka Makmur, Risansi mengumpulkan warganya di Balai desa untuk bermusyawarah. Bahwa lahan sawit di Blok 85 di areal PT Lonsum belum diganti rugi untuk itu harus dipertahankan warga.

Sang Kades menghasut warga untuk bentrok dengan perusahaan jika aksi pencegahan yang mereka lakukan dihalangi oleh perusahaan.

Setelah musyawarah dilakukan baru keesokan harinya Jumat (21/9), kebetulan PT Lonsum melaksanakan panen buah sawit dan didatangi tujuh orang yang diketuai Kades Suka Makmur Risansi dengan membawa senjata tajam.

Sesampainya d aareal PT Lonsum rombongan dihalangi oleh Satpam, Ristal Alam, saat itu datang dari belakang pelaku Herliansyah langsung membacok leher dan punggung korban hingga korban meninggal dunia di lokasi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan, bentrok antara warga dan PT Lonsum berawal adanya sengketa lahan milik warga dan PT Lonsum yang mengakibatkan salah satu Satpam PT Lonsum meninggal dunia.

Aksi pengeroyokan dan penganiayaan hingga terjadi pembunuhan ini didalangi salah satu oknum Kades Suka Makmur.

“Sebelum mereka melakukan pengeroyokan sang Kades mengumpulkan warga nya untuk bermusyawarah. Bahwa diareal PT Lonsum akan dilakukan panen buah sawit,” katanya.

Baca Juga :   Anak Pedagang Yang Siap Mengabdikan Untuk Masyarakat Lahat

Ia menambahkan, setelah bermusyawarah warga mendatangi areal perkebunan PT Lonsum untuk mencegah panen, sampai dilokasi warga dihalangi Satpam.

“Saat dihalangi itu salah satu pelaku dari belakang langsung membacok leher bagian belakang dan punggung hingga korban meninggal dunia di lokasi,”bebernya.

Sementara itu, pelaku Herliansyah menuturkan sebelum aksi pengeroyokan terjadi warga dikumpulkan oleh Kades yang katanya akan ada musyawarah di Balai Desa terkait sengketa lahan warga dengan PT Lonsum.

“PT Lonsum akan memanen sawit untuk itu harus kita halangi karena lahan tersebut milik kita dari warisan orang tua kita, jadi kalau mereka tetap memanen harus kita halangi. Apapun resiko termasuk bentrok,”jelasnya.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti satu bibil samurai, dua bilah kudu dan satu bilah kujang dan baju seragam milik korban. (Dik)

Editor: Janu

lahat pembunuhan pt lonsum

Posting Terkait

Tinggalkan pesan