Waterboombing di Stop, Pemadaman Karhutlah Lewat Darat


KORDANEWS – Tim Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Muara Enim bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah)
yang terjadi di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Tim satgas anti karhutlah ini melakukan pemadaman api lewat jalur darat
menyusul berhentinya operasional helikopter waterbombing BNPB di wilayah
Provinsi Sumatera Selatan.

“Opersional helikopter waterbombing dihentikan per hari ini, upaya
pemadaman via darat sedang dievaluasi BNPB, kita belum tau kendalanya
seperti apa, tapi mungkin saja disebabkan faktor anggaran,” terang Kepala
BPBD Kabupaten Muara Enim, Tasman, Senin (01/10/2018).

Tasman menuturkan jalannya proses pemadaman yang dilakukan tim satgas cukup
berat. Personel kesulitan menjangkau titik api karena terkendala jalur
akses ke lokasi hotspot.

“Lokasi titik hotspot lumayan sulit dijangkau oleh personel kami, ini
memang menjadi kendala pemadaman via darat,” ungkapnya.

Menurutnya, proses pemadaman via darat menjadi pilihan satu-satunya
menyusul berhentinya operasional helikopter waterbombing.

Tasman menyebut belum tau kapan pelaksanana pemadaman via darat kembali
dilaksanakan. Namun untuk saat ini, pihaknya akan tetap berupaya keras
memedamkan titip api dengan mengerahkan seluruh peralatan dan personel,
serta dibantu OPD terkait lainnya.

“Sejumlah dinas seperti pertanian, perkebunan dan Sat Pol PP ikut
dikerahkan Satgas, tim akan tetap berupaya memadamkan hospot melalui jalur
darat sampai ada informasi baru BNPB,”terangnya.

Sejauh ini, Tasman menyebut wilayah Kabupaten Muara Enim masih tetap
bersiaga bencana karhutlah karena masih menjadi daerah kabupaten kota
penyumbang wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

“Berdasarkan data kami miliki, sebaran hotspot di Kabupaten Muara Enim
per 30 September 2018 terdapat 2 titik, di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang
dan Desa Arisan Musi Timur, Kecamatan Muara Belida,” tutupnya. (Ari)

editor : awan

No related post!

Tinggalkan pesan