Sambil Berurai Air Mata, Honorer K2 Desak Hentikan Penerimaan CPNS


KORDANEWS – Ribuan honorer K2 dari berbagai Kabupaten/Kota, Sumsel menuntut pemerintah menunda pelaksanaan tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), bertempat di halaman Kantor DPRD Provinsi Sumsel, Kamis (4/10).

Dengan mengeluarkan air mata para honorer K2 tersebut mengutarakan tuntutan yang dianggap tidak memikirkan nasib para honorer dan juga terlihat berbagai ekspresi wajah sedih ditunjukan mereka.

Seorang honorer yang bernama Susmiati yang mengaku telah mengabdi sebagai honorer di dinas pendidikan sejak tahun 1996. Dirinya mengaku hanya menerima upah mengajar Rp 300.000- Rp500.000 dalam sebulan. Hal itupun baru dapat dinikmatinya usai bekerja selama tiga bulan.

“Saya Susmiati sejak 1996 mengajar di SMP di Musi Rawas. Puluhan tahun saya mengajar berbekal keiklasan, untuk mengabdi kepada dunia pendidikan. S2 saya selesai, saya bahkan pernah ditawari menjadi Dosen tetapi, tidak saya terima. Saya memilih mengabdi di sini. Saya memikirkan kemana nantinya nasib murid-murid kami. PNS harga mati, umur kami tidak lama lagi makanya kami honorer terus berjuang,” ungkapnya.

Sementara itu anggota Komisi 5 DPRD Sumsel, Askweni menerima langsung para guru honorer K2 meminta kepada seluruh tenaga pendidik bersabar. Menurutnya, apa yang diinginkan para honorer tengah diperjuangkan.

“Kami selalu berupaya memperjuangkan nasib para honorer. Bila perlu kita ke Jakarta, kita akan minta kejelasan, jangan sampai keputusan pemerintah justru menyengsarakan para guru honorer,” tutupnya. (Ab)

Editor: Janu

cpns Demo honorer

Posting Terkait

Tinggalkan pesan