Data Dinkes, Asap Karhutla Sebabkan Balita Banyak Terkena ISPA


KORDANEWS – Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Palembang mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan kabut asap tebal yang mampir ke kota pempek.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Palembang, dr Letizia mengungkapkan bahwa dari peningkatan tersebut banyak yang terjangkit ISPA dialami oleh para balita di Palembang.

“Meski terbilang tinggi, jumlah penderita ISPA beberapa bulan ini lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jumlah ISPA untuk beberapa bulan ini cenderung fluktuatif, masih tinggi tapi tidak lebih banyak dibanding tahun-tahun lalu,” ungkapnya.

Banyaknya balita pengidap ISPA yang terdampak dari asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dikarenakan daya tahan tubuh anak-anak di usia itu tersebut sangat rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk saluran pernapasan.

“Balita yang sangat rentan dibanding orang dewasa, tapi tergantung daya tahan tubuh si balita juga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, dr Fauziah menambahkan, selain ISPA ada juga penderita pneumonia atau penyakit tingkatan dari ISPA dampak dari tebalnya asap di Palembang.

Pneumonia ini adalah infeksi paru-paru basah yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Adapun gejalanya mudah diketahui, bisa demam, meriang, sakit menelan, dan pernapasan terganggu.

“Untuk dewasa ada sekitar 150 penderita pneumonia sejak Mei sampai September 2018. Sedangkan balita jumlahnya dua kali lipat dari dewasa yang tersebar di seluruh kecamatan di Palembang,” kata Fauziah.

Untuk diketahui dari data Dinkes Palembang, pada Mei 2018 penderita ISPA untuk balita sebanyak 5.406 orang, kemudian menurun di bulan berikutnya menjadi 4.564 orang.

Pengidap ISPA kembali bertambah pada Juli 2018 di angka 4.772 orang, Agustus 2018 sebanyak 3.619 orang, dan pada September 2018 bertambah menjadi 3.756 orang. (ab)

editor : awan

No related post!

Tinggalkan pesan