Bagian Timur Sumsel Masuk Daerah Rawan Banjir


KORDANEWS—-November ini mulai memasuki musim hujan. Untuk itu beberapa daerah perlu waspada akan banjir, banjir bandang dan bencana longsor. Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan telah memetakan daerah yang rawan bencana di Sumsel.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumsel Ansori mengatakan, wilayah rawan banjir, daerah bagian Timur Sumsel seperti Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Ilir (OI) dan Kota Palembang yang merupakan dataran rendah.

Untuk banjir bandang dan tanah longsor rawan, masih kata dia, terjadi di wilayah Barat Sumsel seperti Pagaralam, Lahat, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Sedangkan gempa di wilayah Sumsel tidak terlalu rawan, karena daerahnya tidak berada pada lempengan.

“Akan tetapi imbasnya bisa saja terjadi seperti di OKU Selatan, Muara Enim dan Pagaralam. Selain itu ancaman bencana gunung api ada di Pagaralam karena ada gunung api dempo yang aktif,” ungkap Ansori, Sabtu (17/11).

Dijelaskan dia, terkait musim hujan ini terus dilakukan rapat koordinasi dengan berbagai instasni terkait. Hal ini perlu dikalukan lantaran terkait dengan apa yang harus dipersiapkan. Meski begitu, masing-masing kabupaten/kota telah siap dengan sarana peralatan, logistik dan personil sesuai dengan ancaman masing-masing daerah.

Ia juga menambahkan, untuk peralatan yang telah dipersiapkan yang umum saja seperti perahu karet dan alat pelampung. Sedangkan logistik seperti makanan siap saji.

“Pembagiannya 80 persen disebar ke kabupaten/kota dan 20 persen di provinsi. Jika ada daerah yang butuh peralatan dan logistik lebih maka diambil yang dari provinsi.Sedangkan untuk alat berat kita tidak menyediakan. Tapi bisa menggunakan di Dinas PU masing-masing kabupaten/kota jika diperlukan,” jelasnya.

Terkait potensi air pasang di Sungai Musi, lanjut dia, bisa saja terjadi jika debit air berbarengan antara hulu dan hilir. Jika tidak berbarengan tidak masalah. Potensi untuk pasang ini biasanya terjadi pada Desember sampai Januari.

“Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat, bahwa saat musim kemarau saluran air sungai dan got banyak sampah, memasukan musim hujan ini supaya dibersihkan. Hal tersebut perlu dilakukan agar saluran airnya lancar,” imbaunya.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang Nandang menambahkan, berdasarkan data pos hujan yang telah dikumpulkan sampai 1 November 2018, secara umum di semua kabupaten/kota di Sumsel sudah memasuki awal musim hujan.

“Biasanya setiap musim hujan sedang terjadi di wilayah Sumsel khususnya di wilayah yang dekat dengan daerah aliran sungai. Musim hujan ini juga akan berpotensi meningkatkan volume debit air sungai,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah memonitoring dan menganalisis kondisi cuaca dalam sepekan terakhir menunjukkan adanya peningkatan kejadian cuaca signifikan.

“Dimana hujan lebat, sangat lebat terjadi di sebagian wilayah Indonesia yang berdampak genangan, banjir, longsor dan banjir bandang,” tutupnya. (Ab)

editor : awan

No related post!

Tinggalkan pesan