Wong Palembang Jadi Menteri Perhubungan RI

107 Views
ist

JAKARTA – Seperti diprediksi sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik 13 orang menteri baru.

Perombakan kabinet ini dilakukan Rabu (27/7/2016) pukul 11.00 wib atau maju dari perkiraan sebelumnya pukul 14.00.

Satu diantaranya adalah wong palembang yakni Budi Karya Sumadi.

Alumnus SMA Xaverius 1 Palembang angkatan 75 ini ditempatkan menjadi Menteri Perhubungan menggantikan Ignasius Jonan.

Sebelum menjadi Menteri Perhubungan, Budi saat ini menjadi Direktur Utama Angkasa Pura II.

Sebelumnya, menanggapi isu menjadi menteri, pria kelahiran Palembang, 18 Desember 1956 tidak menampik bahwa sempat ada komunikasi dengan pihak Istana membicarakan hal-hal yang terkait dengan pekerjaannya saat ini di PT Angkasa Pura II.

“Saya belum dihubungi (pihak Istana). Saat ini, saya sangat menikmati mandat yang diberikan kepada saya di Angkasa Pura II, jadi hanya ingin fokus dengan mandat itu,” kata Budi saat dihubungi Kompas.com, Rabu pagi.

Tentang namanya yang disebut akan menggantikan Jonan sebagai Menteri Perhubungan, Budi tidak berkomentar lebih lanjut. Dia mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin berandai-andai dan tetap bekerja seperti biasa di bidang yang ditekuni saat ini.

Dalam beberapa hari dan pekan belakangan ini, Budi memang sering bertemu dengan sejumlah pejabat negara.

Para pejabat datang untuk melihat pengerjaan proyek perluasan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta atau yang sebelumnya dinamakan Terminal 3 Ultimate. Mereka di antaranya ada Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto, hingga Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sebelum Lebaran kemarin, Presiden Joko Widodo pun datang berkunjung ke proyek perluasan Terminal 3. Meski didatangiJokowi dan pejabat lain, Budi mengaku tidak pernah membicarakan tentang Kabinet Kerja, tetapi hanya soal pembangunan dan kelanjutan proyek perluasan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Angkasa Pura II Budi pernah menjadi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Direktur Utama PT TIJA (2004-2013), Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (2004-2013), Komisaris PT Philindo (2001-2013), Direktur Keuangan PT TIJA (2001-2004), Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (2001-2004), Presiden Direktur PT Wisma Jaya Artek (1996-2001), Direktur Pengembangan PT Jaya Garden Polis (1994-2001), Direktur Keuangan PT Jaya Real Property Tbk (1994-2001), Direktur Keuangan PT Jaya Land (1994-2001), Wakil Direktur PT Jaya Land (1992-1994), General Manager PT Semarang Bukit Jaya Metro (1991-1992), Manager Marketing Property PT Pembangunan Jaya Ancol (1989-1991), Staf Dept Real Estate pada Business Development Pembangunan & Property Management PT Pembangunan Jaya (1982-1991), Asisten Perencana PT Pualam TMR Yogya (1980-1981), Asisten Dosen Jurusan Arsitek FT UGM (1979-1980), Ass. Perencana Design Center FT UGM (1979)

Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di tanah kelahiran, SD Muhamadyah (1969), SMP Negeri I (1972) dan SMA Xaverius (1975). Melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Jurusan Arsitektur dan lulus 1981. ( Kordanews.com/ Kompas.com)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: