Ampera Ditabrak Tongkang, Pelindo Mengaku Siap Bertanggungjawab

127 Views

KORDANEWS – Walikota Palembang H. Harnojoyo kembali memanggil pihak Dinas Perhubungan Kota Palembang dan Manager kepanduan PT. Pelindo untuk berkordinasi dengan pihak asuransi dari Singapura (asuransi PNI Singapura) dalam investigasi yang akan dilakukan esok hari. Terkait kapal Tongkang yang bermuatan Batubara yang menabrak Fender dan tiang bangunan jembatan Ampera

Kepala Dinas Perhubungan Kurniawan seusai dipanggil Walikota terkait hal tersebut di Ruang Meeting Walikota Setda Kota Palembang bersama pihak PT. Pelindo Jalan Kemerdekaan. Kamis, (18/5)

“Tadi kita dipanggil pak Wali (Walikota Palembang) terkait masalah kemarin, besok rencananya jam 9 bersama orang Singapura kita akan melihat kondisi disitu supaya bisa diketahui apa yang rusak dan diganti. Pihak kedua pun sudah siap bertanggung jawab untuk ganti rugi dan berkordinasi perihal jaminan apabila hal ini terulang lagi,” ungkap Kurniawan

Adapun hal jaminan merupakan komitmen dari pihak PT. Pelindo ke Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang serta Walikota Palembang berharap kedepan seluruh pihak sama-sama berupaya jangan sampai hal ini terulang kembali.

“Pihak bersangkutan sudah siap dana jaminan 150 juta apabila hal ini terulang kembali, sedangkan masalah sangsinya belum ada aturan yang mengatur hal tersebut,” katanya

Sementara, Manager kepanduan PT. Pelindo Tedi Gunawan menyampaikan siap bertanggung jawab atas kelalaian yang menimbulkan kerusakan pada Fender (pelindung jembatan) dan siap memberikan jaminan berdasarkan Perda Kota Palembang Nomor 14 tahun 2011 pasal 106 tentang penyelenggaraan teransportasi.

“Kita siap bertanggung jawab, apa yang rusak akan kita ganti. Dalam hal ini Fender yang rusak, akan kita ganti. Kita juga siap memberikan jaminan sebesar 150 juta yang mana telah diatur dalam Perda,” bebernya

Adapun perihal kronologi kejadian sementara ini pihaknya mengakui, bahwa salah satu kapal Pandu yang menarik Tongkang tersebut putus sehingga tongkang yang ditarik tak bisa dikendalikan. Sedangkan penyebab putusnya tali, pihaknya belum mengetahui kenapa bisa terjadi, yang jelas sudah kita cek sesuai dengan aturan pelayaran sebelum kapal berlayar.

“Kronologi sementara kan, salah satu tali kapal pandu yang menarik Tongkang putus, ga tau kenapa, yang jelas sudah kita cek kapal pandu yang menarik Tongkang tersebut sudah sesuai dengan aturan pelayaran sebelum mereka berlayar. Namanya musibah, siapa yang mau terjadi hal seperti ini,” ucapnya

Terkait hal ini, PT. Pelindo menyampaikan pelayanan pelayaran tetap berjalan dan tidak mengganggu kinerja pelayanan pelayaran lainnya.

“Pelayanan pelayaran tetap berjalan seperti biasa, tidak mengganggu kinerja pelayanan.” Singkatnya

Perlu diketahui, berdasarkan Perda nomor 14 tahun 2011 tentang penyelanggaraan transportasi, Pasal 106 tentang ketentuan kapal/tongkang yang melintasi bawah jembatan Ampera yaitu tinggi maksimum muatan 8 Meter, bagian atas muatan harus rata, wajib dipandu, berlayar pada siang hari serta maksimum panjang tongkang 300 feet lebar 28 meter dan ditarik oleh tug boat dengan daya M/E minimal 1.765 KW dan tug boat pertama dorong minimal 1.761 KW.

editor : awan

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: