Jaringan Rusak, 20 Samsat Keliling Tak Operasional

117 Views

KORDANEWS – Jaringan server Bapenda Sumsel tengah error. Akibatnya, ada sebanyak 20 mobil Samling (Samsat Keliling) se-Sumsel terpaksa tidak beroperasi akibat errornya jaringan server Bapenda Sumsel error.

“Karena tahap recovery system CPU yang berada di Bapenda tahap proses perbaikan mengingat data base Samling juga tahap recovery sehingga kita menggunakan CPU yang berada di UPTB masing masing sehingga data ranmor dalam data base Samsat yang saat ini aktif di Bapenda dan di CPU 21 UPTB Samsat,” ungkap Kabapenda H Marwan Fansuri SSos MM didampingi KUPTB Palembang II Herryandi Sinulingga, Kasi STNK Ditlantas Polda Sumsel Kompol Irwan Andeta, Kepala Pusat pengelolaan informasi dan aplikasi pendapatan (Puslia) Bapenda Sumsel H Shofyan Aripanca SKom MSi, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sumsel Taufik Adnan, Kamis (24/5/2017).

Maka dengan ada recovery dimaksud diharapkan jangan sampai ada oknum-oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan situasi.

“Diimbau bagi wajib pajak ranmor yang jatuh tempo segera melaporkan ke UPTB Samsat induk di daerah masing-masing sambil menunggu penyempurnaan layanan kami,” ujarnya.

Marwan berharap jangan ada kesimpangsiuran sehingga perlu dijelaskan sejak Sabtu (20/5/2017) server Bapenda Sumsel ada kerusakan karena byarpet.

“Kami dari Puslia, Ditlantas dan Jasaraharja agar data yang hilang bisa terupdate lagi walau tersendat-sendat. Permohonan maaf sebesar-besarnya. Tidak bisa transaksi sejak Sabtu. Mulai hari ini dan ke depan bisa semaksimal mungkin. Hari ini sudah mulai berjalan. Agak trouble di Samsat Palembang 1 dan 2. Walaupun datang pas rusak, tidak kami kenakan denda. Karena sudah dibuat berita acara kesepakatan bersama. Karena sistemnya kolektif,” jelas Marwan.

Kompol Irwan Andeta menjelaskan jika gangguan ini akibat server jaringan Bapenda Sumsel yang rusak. Data sedang direcovery.

“Pelayanan tidak maksimal. Kita bersepakat pelayanan prima. Wajib pajak selama jaringan tidak normal dibebaskan dari denda. Mudah-mudahan secepatnya kita entry update data. Mungkin ada yang belum sempurna,” kata Irwan.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sumsel Taufik Adnan mengatakan pihaknya mensupport penuh membackup data akurat terhadap kondisi ini.

“Cuma proses migrasi butuh waktu. Terutama Palembang 1 dan 2 WP nya paling banyak. Narik dari server butuh 4 jam,” kata Taufik.

Kepala Pusat pengelolaan informasi dan aplikasi pendapatan (Puslia) Bapenda Sumsel H Shofyan Aripanca SKom MSi menjelaskan kerusakan server Bapenda Sumsel yang rentan arus listrik.

“Kami amankan server lama. Pengadaan 2011 tapi masih mumpuni. Tapi karena turun naik, turun naik. Genset juga cukup tua. Hard disk jebol karena listrik tidak stabil. Backup 3 selamat. Yang keempat isi data terbaru. Inilah yang kena. Yang bisa diamankan 2015. 2016 minta data dari instansi terkait. Kemarin sudah pelayanan. Cuma dari loket kirim ke CPU. Dari kepolisian ngirim. Di Samsat Palembang 1 agak simpangsiur. Pihak bank keberatan uang diterima hari ini siapa yang bertanggungjawab karena datanya belum masuk. Disepakati diterima dulu, baru dientry.

editor : awan

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: