Bulog Beli dari Tengkulak, Beras RI Lebih Mahal

14261 Views

KORDANEWS – Salah satu penyebab mahalnya beras di Indonesia jika dibandingkan dengan negara tetangga sesama produsen gabah, yakni panjangnya rantai distribusi. Selain itu, kurang efisiennya proses produksi di petani juga turut berkontribusi.

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta mengatakan, perlu ada perubahan radikal dalam proses penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog. Menurutnya, masih banyak pembelian oleh Bulog dilakukan lewat tengkulak, bukan ke petani langsung.

“Dalam kenyataannya belum masih (serap beras dari petani langsung). Petani dengan kepemilkan lahan rata-rata hanya 0,2 hektar menjual lewat tengkulak, baru kemudian ke Bulog,” kata Arif, kemarin.

Penyerapan lewat tengkulak, bisa saja dilakukan asalkan dengan skema kerja sama Bulog, yakni memanfaatkan tengkulak yang memang diakui lebih gesit di lapangan dalam membeli beras petani. Namun di harga tertentu yang diatur BUMN logistik pangan tersebut.

“Ya, kalau kemudian ada petenapan harga beli di petani, apakah mau lewat Bulog atau tengkulak, asal harganya sama dengan yang dibeli oleh Bulog langsung. Jadi harganya sama,” terang Arif.

Menurutnya, sulit menghapus dalam waktu singkat hubungan ‘saling menguntungkan’ antara tengkulak dengan petani. Sehingga petani yang rata-rata memiliki lahan sempit dengan produksi sedikit ini, lebih mengandalkan uluran tangan dari tengkulak.

“Tengkulak ini tempat bergantung petani. Dia bisa pinjam uang untuk modal tanam, untuk sekolah anak, dan sebagainya. Ketergantungan yang besar ini yang kadang menciptakan ijon, padinya sudah dibeli dulu oleh tengkulak. Ini kan ada hubungan sosial di dalamnya,” ujar Arif.

Editor : mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: