Sumsel Deflasi 0,16 Persen, Ini Penyebabnya


KORDANEWS –Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat pada Agustus 2017 Provinsi Sumsel mengalami deflasi sebesar 0,16 persen. Salah satu komoditas yang memiliki andil peyumbang deflasi yakni angkutan udara dengan andil deflasi sebesar 0,22 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan, Yos Rusdiansyah mengatakan, deflasi yang terjadi pada Agustus 2017 ini bukan karena penurunan daya beli, tapi lebih kepada siklus pasca momen hari raya Idul Fitri.

“Seperti halnya tarif angkutan udara yang turun besar. Harga tiket penerbangan kembali normal pasca momen lebaran,” kata dia, Senin (4/9)

Angkutan udara menempati urutan pertama sebagai komoditas penyumbang deflasi dengan andil sebesar 0,22 persen. Kemudian diikuti oleh bawang merah sebesar 0,12 persen, dan udang basah dengan andil sebesar 0,05 persen.

“Trafik penumpang angkutan udara kembali normal, oleh karena itu maskapai penerbangan kembali menurunkan harga tiket. Kecuali jika ada momen musiman lagi, biasanya harga tiket akan kembali naik,” katanya.

Yos menambahkan, deflasi pada Agustus disebabkan turunnya indek harga pada dua kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,26 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,16 persen.

Editor : mahardika

No related post!

Tinggalkan pesan