Pasang Ini di Laptop, Lenovo Didenda Rp46 Miliar

18791 Views

KORDANEWS – Federal Trade Commission (FTC) telah menyelesaikan kasus Lenovo setelah terungkap bahwa 750.000 laptopnya terinstal spyware dan adware. Jaksa agung dari 32 negara bertindak bersama FTC dan secara kolektif mendenda perusahaan tersebut sebesar USD3,5 juta atau sekira Rp46,6 miliar.

Kesepakatan ini diumumkan pada Selasa, 5 Agustus waktu setempat yang menyelesaikan tuduhan firma yang berbasis di Morrisville, North Carolina, bahwa Lenovo menjual perangkat dengan software preloaded yang membuat informasi sensitif pengguna rentan terhadap hacker.

Pengguna laptop Lenovo kini akan mendapatkan persetujuan konsumen untuk menggunakan software tersebut dan memberikan cara yang masuk akal bagi mereka untuk memilih menggunakannya atau tidak, bahkan opsi untuk menonaktifkan atau menghapusnya.

FTC mengatakan Lenovo “membahayakan privasi konsumen” saat memasang software tanpa persetujuan atau pemberitahuan yang cukup.

“Perilaku ini bahkan lebih serius lagi karena perangkat lunak tersebut membahayakan perlindungan keamanan online yang diandalkan konsumen,” kata ketua FTC, Maureen Ohlhausen.

Laptop yang dimaksud dalam kasus tersebut dijual dari Agustus 2014 hingga Juni 2015 dan dipasang dengan program yang disebut VisualDiscovery. Dirancang oleh pengembang software Superfish yang berbasis di California, program ini akan menganalisis layar konsumen dan menjelajah web untuk mencari produk potensial.

Jika menemukan bahwa pengguna melihat gambar produk atau belanja online, iklan tersebut akan melapisi iklan pop-up di browser untuk produk serupa yang dijual oleh mitra eceran Superfish. Menurut deskripsinya serangan ini menggunakan pencarian gambar, bukan kata kunci.

Lenovo sendiri menyatakan bahwa pihaknya tak menyadari bahwa hal tersebut merupakan spyware.

Perusahaan mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya pihak dari pihak ketiga yang memanfaatkan kerentanan tersebut untuk mendapatkan akses ke komunikasi pengguna. Dengan semua perangkat lunak pihak ketiga yang dipasang Lenovo di laptopnya, tidak ada yang memeriksa dan melihat apa yang sebenarnya dilakukan Superfish dan masalah privasi di dalamnya.

Perusahaan juga mencatat bahwa pihaknya menghentikan pemuatan VisualDiscovery dan bekerja dengan penyedia software antivirus untuk menonaktifkan dan menghapusnya dari komputer konsumen setelah mempelajari masalah tersebut.

Kedepannya, Lenovo diminta untuk meminta izin pengguna saat menginstal software apapun yang mengumpulkan dan mengirimkan informasi pribasi mereka ke perusahaan lain. Demikian seperti dilansir Techspot oleh Okezone, Rabu (6/9/2017).

Editor: Janu

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: