Lakukan Sosialisasi, Peritel Patuhi Aturan BI


KORDANEWS – Adanya pelarangan dari Bank Indonesia terkait penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi non tunai ditanggapi positif oleh pengusaha ritel di Palembang.

Diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Hasannuri alasan perlunya penggesekan (swipe) kartu di mesin kasir saat pembayaran non tunai. Hal ini bertujuan untuk memudahkan laporan keuangan.

Saat transaksi terjadi, kasir yang melayani pembeli dengan pembayaran non tunai tentu membutuhkan bukti pembayaran tersebut. Salah satunya dengan cara gesek (swipe) kartu yang digunakan pembeli supaya datanya terbaca dan terdata.

“Kaitannya dengan sistem pembayaran yang dilakukan. Sebagai bukti. Kalau digesek di kasir itu sebagai bukti bahwa berbelanjanya lewat kartu,” ujarnya.

Meski demikian, Hasan menyatakan proses gesek kartu di mesin kasir memang cukup satu kali saja. Dua kali gesek, katanya, hanya dilakukan untuk pegawai baru yang belum mengerti pembukuan.

“Dua kali gesek itu kan sebenarnya enggak seharusnya demikian. SOP kan itu sekali,” jelasnya.

Jika sistem dua kali gesek kartu saat pembayaran dilarang, tentunya kita akan patuhi peraturan yang berlaku. Dan untuk ke anggota sendiri akan kita sosialisasikan.

“Saat ini sosialisasi sudah kita lakukan, kalaupun masih ada yang melakukan akan kita laporkan,” ungkapnya.

Editor : mahardika

No related post!

Tinggalkan pesan