Bunga Kredit Sulit Turun, Ini Alasanya

11707 Views

KORDANEWS – Upaya Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga kredit perbakan melalui pemangkasan suku bunga acuan sejauh ini belum membuahkan hasil. Mayoritas bank masih menahan suku bunga tinggi.

Menurut Ketua Ikatan Pialang Efek Indonesia Palembang Yuni Indra, salah satu penyebab sulitnya bunga kredit perbakan turun karena adanya persaingan yeld antara obligasi yang dirilis pemerintah dengan obligasi korporasi yang dikeluarkan perushaaan baik BUMN maupun swasta.

“Selama ini kan kita lihat terjadi over krodit atau persaingan menerakan yeld yang lebih besar antara obligasi pemerintah dan non pemerintah, sehingga yang terjadi suku bunga obligasi itu melambung tinggi melampaui suku bunga simpanan di bank,” kata dia.

Tentu kondisi ini akan berimbas pada suku bunga perbankan, apalagi sejauh ini mayoritas bank besar terutama BUMN sudah sering merilis obligasi dengan yeld diatas 7 persen.
Pemerintah kurang memberikan contoh yang bagus dalam hal pengelolaan surat utang.

“Ada kemungkinan pemerintah kurng percaya diri dengan peringkat kelayakan investasi, sehingga harus menerapkan yeld yang tinggi untuk instrumen surat utang Negara,” katanya.

Seharunya, jika memang pemerintah sudah percaya diri dengan lebel negara layak dan ramah investasi, tidak perlu lagi menerapkan yeld (suku bunga) yang tinggi sebab jika hal ini diterapkan akan memaksa korporate menerapkan yeld yang lebih besar dari obligasi pemerintah, jika tidak surat utang yang dikeluargan perusahaan tidak akan laku.

“Jika selirishnya hanya satu persen, pasti investor lebih memilih untuk membeli surat utang pemerintah sebab jaminan untuk pengembalian bunga dan pokoknya lebih terjamin, karena negara tidak mungkin bangkrut, namun untuk perusahaan bisa saja karena pengaruh bisnis perusahaan akan mengembalikan pokok dan bunga utang tidak tepat waktu,” jelas Indra.

Editor : mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: