Tolak Rekomendasi, Kader Golkar Muara Enim Lakukan Aksi Bakar Ban Bekas


KORDANEWS – Puluhan kader Partai Golkar baik dari pengurus harian DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim maupun dari Organisasi sayap melakukan aksi demonstrasi. Mereka menolak bakal calon ( Balon ) yang direkomendasikan oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan, sebab berasal diluar kader Partai Golkar Kabupaten Muara Enim, Selasa (13/00/2017).

Aksi dan Orasi pengunjuk rasa di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim, dibarengi dengan aksi membakar ban bekas. Dani Effendi, SE, Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim. Sebagai juru bicara pengunjuk rasa mengatakan dengan tegas. Bahwa mereka menolak kalau ada rekomendasi yang menunjuk bakal calon (balon) yang bukan dari kader Partai Golkar.

“Tegas kami menolak dan menentang keras jika DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel ataupun DPP Partai Golkar memaksakan kehendak untuk mengusung Bakal Calon {balon) Bupati Kabupaten Muara Enim yang berasal dari bukan kader Partai Golkar dan atau tidak di rekomendasikan oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim
Sebagaimana pada penjaringan bakal Calon bupati dan bakal Calon wakil bupati untuk Pilkada tahun 2018 mendatang,” ucap Dani.

Dani Efendi, SE juga menuturkan kalau di Partai Golkar Kabupaten Muara enim sudah tercium aroma politik, yang menurut dia ada permainan politik seorang birokrat yang ambisius ingin menjadi Penguasa di Muara Enim.

“Kami pengurus Harian DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim telah mendapatkan bocoran yang cukup akurat dan terpercaya, kalau DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan maupun DPP Partai Golkar akan memaksakan kehendak, akan mengusung Calon Bupati Kabupaten Muara Enim yang berasal dari non kader. Dan Ironisnya lagi lanjut Dani, bahwa Calon Bupati yang akan diusung itu tidak termasuk dalam 8 nama Bakal Calon Bupati hasil penjaringan tim Pilkada DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim yang direkomendasikan ke DPD Partai Golkar provinsi Sumatera Selatan ujar Dani

“Bocoran yang kami dapatkan itu cukup akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya lagi.

Sementara itu pengurus AMPG Kabupaten Muara Enim, Adi Zulistian SH, bersama rekannya Ahmad Solihin serta para pengurus harian DPD Partai Golkar dan pengurus organisasi sayap lainnya.

Senada juga menyuarakan, kalau DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan maupun DPP Partai Golkar, tetap akan memaksakan kehendak mereka mengusung Calon Bupati Kabupaten Muara Enim dari non kader. Berarti mereka akan memancing keributan kader Partai Golkar Kabupaten Muara Enim. Maka tentu saja gelombang penolakan akan terus terjadi.
Ini jelas juga akan mengacaukan suasana pilkada Kabupaten Muara Enim.

“Mana lagi kalau langkah DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan, yang akan mengusung Calon Bupati Kabupaten Muaraenim yang berasal dari non kader jelas jelas bertentangan dengan mekanisme dan juklak DPP Partai Golkar. Apalagi lanjut mereka, nama Calon Bupati yang akan diusung itu selain non kader, juga tidak termasuk dalam nama nama Cabup yang direkomendasikan tim Pilkada DPD Partai Golkar Kabupateb Muara Enim ke DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel.

“Tentu saja hal ini akan menjadi pertanyaan besar bagi kami selaku kader, ada apa dengan DPD Partai Golkar Sumsel yang begitu berani dan berambisi mengusung Calon Bupati yang namanya tidak termasuk dalam nama nama Cabup yang direkomendasikan itu,” ungkap mereka dengan nada berapi-api

Jika alasannya berdasarkan hasil survei, sampai hari ini (kemarin-Red), lanjut mereka, DPD Partai Golkar Muara Enim belum mendapatkan hasil survei tersebut.

Para kader, pengurus organisasi sayap maupun pengurus harian DPD Partai Golkar Muara Enim melakukan unjuk rasa,;aksi serta akan melayangkan surat resmi ditujukan langsung kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar di Jakarta.

“Surat itu berisikan pernyataan sikap menolak keras Calon Bupati non Kader dan menolak keras Calon Bupati Kabupaten Muara Enim yang akan diusung diluar dari nama nama Calon Bupati yang direkomendasikan ke DPD Partai Golkar Sumsel.

^Sekarang surat pernyataannya tengah kita persiapkan,” jelas mereka

Namun jika DPD Golkar Provinsi Sumatera Selatan maupun DPP Partai Golkar masih tetap memaksakan diri mengusung calon diluar direkomndasi tim penjaringan, maka kami pastikan mesin partai akan dimatikan secara total dan tidak akan ada yang akan bekerja untuk pemenangan calon yang akan diusung partai golkar Sumsel.

Kader Partai Golkar Kabupateb Muara Enim akan kita alihkan untuk calon lain. Jika DPD Golkar Sumsel dan DPP golkar sudah buta dan dan tuli dengan tidak mendengar aspirasi dari bawah. Maka para kader Partai Golkar Kabupaten Muara Enim, juga akan menentang keras, adanya pihak pihak tertentu yang berupaya mengobok obok partai Golkar Kabupaten Muara Enim demi untuk kepentingan politiknya dan bukan berdasarkan dari arus bawah.

“Kami tidak mau dijadikan tumbal demi untuk kepentingan seseorang,” teriak mereka.

Mereka juga menyampaikan, bahwa permasalahan Partai Golkar akhir akhir ini sangat menjadi sorotan publik. Apalagi semenjak Ketua Umum DPP Partai Golkar sudah menjadi tersangka. Jadi kami berharap kepada DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel maupun DPP Partai Golkar Pusat, jangan menambah permasalahan baru lagi.

Karena sebentar lagi Tahun 2018 Kabupaten Muara Enim akan melaksanakan Pilkada, perlu suasana aman. Juga tidak lama lagi akan menyelenggarakan Pemilu, perlu penguatan Partai.

”Jadi sekali lagi, kami tegaskan kalau kami menolak rekomendasi DPD partai Golkar Provinsi dan DPP Partai Golkar Pusat yang akan memunculkan bakal calon Bupati yang berasal dari non kader dan tidak di rekomendasikan oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim. Kami juga akan merencanakan melakukan penyegelan terhadap Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim,” Tutup mereka. (Ari)

editor : awan

No related post!

Tinggalkan pesan