OJK Dorong Perbankan Syariah Ekspansi ke Sumsel


KORDANEWS — Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan mendorong perbankan syariah untuk menggarap potensi pasar di Sumatra Selatan dengan membuka kantor cabang di daerah tersebut.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK KR 7 Sumbagsel, Sabil, mengatakan pihaknya telah memberikan berbagai kemudahan bagi perbankan syariah untuk berekspansi di daerah.

“Dari sisi regulasi [perbankan syariah] diberi kemudahan untuk membuka cabang supaya pertumbuhannya bisa tinggi,” katanya, Selasa (19/9).

Sabil memaparkan kemudahan yang diberikan otoritas, seperti pengaturan alokasi modal inti untuk pembukaan kantor cabang syariah yang berbeda dengan bank konvensional.

“Kalau untuk bank umum syariah hanya sekali saja mencukupi modal inti sudah bisa buka cabang seterusnya, kantor cabang unit usaha syariah juga bisa nebengdi kantor bank konvensionalnya,” paparnya.

Sabil mengemukakan sejauh ini kontribusi industri perbankan syariah di Sumsel masih terbilang kecil. Berdasarkan catatan pihaknya, saat ini aset perbankan syariah di provinsi itu senilai Rp7,2 triliun. Sementara aset perbankan nasional tercatat Rp488 triliun, artinya perbankan syariah di Sumsel hanya berkontribusi sekitar 1,46% terhadap aset perbankan nasional.

Menurut dia, masih rendahnya kontribusi perbankan syariah sangat bergantung pada jumlah jaringan kantor di daerah tersebut.

“Jaringan kantor perbankan syariah masih kurang, coba bandingkan dengan bank umum konvensional yang jumlahnya jauh lebih banyak,” katanya.

Di Sumsel saat ini tercatat jumlah perbankan syariah sebanyak 15 bank yang terdiri dari 7 unit usaha syariah (UUS) dan 8 bank umum syariah. Sementara untuk bank umum konvensional jumlahnya sekitar 190 entitas. Secara kinerja, pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah di Sumsel tercatat sebesar 5,46% dan pembiayaan tumbuh sebesar 16%.

Sabil melanjutkan sepanjang tahun ini pihaknya baru mendapat laporan pembukaan kantor cabang syariah oleh Bank BCA Syariah.

Editor : mahardika

No related post!

Tinggalkan pesan