Lahan Belum Bebas, Fly Over Simpang TAA Terancam Molor


KORDANEWS – Pembangunan Fly Over Simpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Tanjung Api-Api (TAA) Palembang, terancam molor yang disebabkan beberapa lahan masih menyisakan untuk dibebaskan.

Seperti halnya dalam pengerjaan Riged di arah Alang-alang Lebar (AAL) yang terpaksa harus dihentikan sementara yang diduga, dikarenakan ruko komplek Bandara Mas, mengklaim bahwa tanah yang sedang dikerjakan adalah milik pihak Bandara Mas. Atas kejadian tersebut pengerjaan menjadi terhambat.

“Kurang lebih dua minggu pegawai tidak bisa bekerja di daerah tersebut karena ada klaim tanah tersebut milik ruko (bandara mas). Kemaren sudah kerjakan Rigid, tapi pemilik ruko klaim lokasi tersebut bahwa posisi itu punya beliau,” kata Manager PT Modern Widya Technical Proyek Fly Over Simpang TAA Haris Maya .

Apalagi, Haris mengatakan pengerjaan Riged untul Fly over ini sepanjang 120 meter, dan pengerjaan itu baru dikerjakan pihaknya sepanjang 80 meter. Hal itu disebabkan penyetopan pihak Bandara Mas yang mengakibatkan progres pengerjaan tidak tercapai di bulan Maret 2018.

“Pengerjaan masih menyisakan 40 meter lagi untuk Rigid di sekitar area tersebut, dan juga kami mengerjakan di luar pagar mereka kira-kira 1,4 meter. Ketika ada pekerja sedang bekerja langsung di stop. Dari hasil penyetopan itu tentu akan delay (tunda) pengerjaan sehingga terhambat,” ungkapnya.

Untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut, pihaknya maupun dari PU akan mendatangkan Badan Pertanahan Negara (BPN) yang akan kroscek terhadap area tersebut. Jika terjadi penyerobotan maka akan dikoreksi kembali dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) selaku yang bertanggung jawab terkait pembangunan Fly over akan melakukan ganti rugi.

“Jadi disitu akan terlihat kebenarannya, kalau memang itu milik mereka (Bandara Mas), kami siap untuk ganti rugi. Tapi rasanya itu tanah milik Pemerintah, “tukasnya. (Ab).

Editor: Janu

No related post!

Tinggalkan pesan