RI Masih Jadi Incaran Investor

17610 Views

KORDANEWS Meskipun suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate telah diturunkan kembali sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,25% dari yang sebelumnya 4,5%, Bank Indonesia (BI) dinilai harus tetap mewaspadai perkembangan perekonomian global yang masih memiliki dampak terhadap perekonomian nasional.

Ekonom dari PT Bank BCA (Persero) Tbk David Sumual mengatakan, BI harus tetap mewaspadai risiko dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed yang masih memiliki satu kali kesempatan menaikkan suku bunga acuannya.

“Karena mungkin diperkirakan akhir tahun Bank Sentral Amerika dan Eropa mulai melakukan pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga kalau AS, kalau Eropa mungkin akan melakukan kontraksi neraca keuangannya, balanced-nya,” kata David, Senin (25/9).

Kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun akan berdampak terhadap aliran modal yang masuk ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.

“Kita khawatir pengaruhnya ke aliran dana, sejauh inikan Fed naikinnya perlahan, kalau sewaktu-waktu ekonomi Amerika menguat signifikan, mereka bisa di luar ekspektasi menaikkannya dengan lebih agresif, dan itu akan pengaruhi aliran dana ke emerging market, termasuk Indonesia. Jadi pengaruhnya ke capital outflow,” jelas dia.

Editor : mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: