Tekan Inflasi Bisa dari Cabai


KORDANEWS – Meski kontribusi cabai terhadap angka inflasi tidak terlalu besar, namun Bank Indonesia tetap menaruh perhatian khusus. BI bekerjasama dengan Pemerintah Kota mencanangkan gerakan urban farming kampung cabai untuk menekan inflasi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan, program urban farming dilakukan Bank Indonesia sejak tahun 2016. Di Palembang sendiri sudah ada beberapa titik yang menjadi lokasi pengembagnan kampung cabai.

“Ini merupakan program BI untuk turut serta menstabilkan nilai tukar rupiah. Sebab inflasi salah satu komponen yang bisa mempengaruhi pergerakan nilai tukar. Jika inflasi terkendali maka nilai tukar lebih terukur,” kata Sugeng, Senin (25/9)

Bank Indonesia memilih komoditas cabai karena komoditas ini cukup mudah untuk dibudidayakan di pekarangan rumah. Selain ini tingkat polotalitas cabai sulit untuk diterka. Harga cabai yang dinilai sudah stabil bisa saja mengalami kenaikan lebih dari 100 persen, sehingga menimbulkan dampak yang signifikan kepada objek turunannya.

“Jika semua warga perkotaan sudah memiliki tanaman cabai di pekarangan rumah minimal bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka akan mengurangi permintaan cabai, sehingga harga di tingkat pasar lebih mudah untuk dikendalikan,” katanya.

Progam peningkatan produksi cabai dari rumah tangga dinilai cukup tepat. Makanya kedepan program ini akan terus dilakukan Bank Indonesia sebagai bentuk program pengendalian inflasi.

“Sejak lima tahun terakhir iniflasi cenderung terkendali, trennya terus mengalami penurunan. Secara nasional inflasi sudah bisa ditekan diangka 3 persenan. Sementara di Sumsel sendiri data terakhir 2,8 persen. Setelah sukses dengan progam cabai ini, BI sudah memiliki rencana untuk mengembangkan ke komoditas lain seperti kopi,” terangnya.

Editor : mahardika

No related post!

Tinggalkan pesan