Percikan Darah Menciprat Hingga Mobil, Anggota Polisi Diduga Bunuh Diri

62 Views

KORDANEWS – Sangat disayangnkan, meski menyandang pangkat Brigadir Dua. Seorang anggota polisi tewas diduga bunuh diri. Caranya dengan menembak kepalanya menggunakan senjata api, Senin (9/10) sekitar pukul 02.00.

Berdasarkan peliputan kordanews.com, korban bernama Bripda Azan Fikri (24) personil Unit Reskrim Polsek Sungai Lilin, Polres Muba. Diketahui, sebelum kejadian Azan bersama calon istrinya Resi (25) dari Palembang pergi ke rumah sang calon di Dusun VI Rawa Bening Tritunggal, Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin dan tiba pukul 23.30.

Azan sempat bertemu dengan orang tua Resi yakni Darlina dan tidak lama dari itu, berpamitan untuk kembali ke Sungai Lilin.

Pada Senin (9/10) sekitar 02.00 dini hari, lima orang warga Dusun VI Rawa Bening Desa Bentayan, ang sedang melakukan ronda malam, mendengar suara letusan senjata api sebanyak satu kali.

Warga mencari sumber suara letusan tersebut dan tidak menemukannya. Warga pun tidak menemukan hal yang mencurigakan dan melanjutkan ronda malam.

Pada pukul 07.00, Resi yang hendak keluar rumah melihat mobil Honda Mobilio Hitam bernopol BG 1652 JF milik Azan masih terparkir berjarak kurang lebih 30 meter dari rumah Resti.

Mesin mobil yang masih menyala dan terkunci dari dalam membuat Resti curiga. Saat ditengok dari kaca pintu belakang sebelah kiri yang pecah, Resi terkejut melihat Azan sudah meninggal dunia bersimbah darah. Percikan darah Azan pun menciprat di bagian dalam mobil.

Terlihat adanya luka tembak di kepala sebelah kanan Azan yang menembus ke kepala sebelah kiri. Posisi tangan kanan Azan masih memegang senjata api. Resi pun memanggil warga untuk mengevakuasi korban.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Berdasarkan pantauan, sejumlah anggota kepolisian dari Polres Muba dan Polres Banyuasin ikut mengiringi kenazah ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang.

Kapolsek Sungai Lilin AKP Andeva membenarkan korban adalah anak buahnya yang telah bertugas selama dua tahun. Namun, Andeva enggan menyebutkan kronologis kejadian.

“Benar anggota kita, tugas di Unit Reskrim. Tapi untuk kronologis kejadiannya saya minta maaf, tidak bisa cerita,”

Andeva mengakui korban berencana menikah dengan tunangannya Resi yang bekerja sebagai bidan. Kesehariannya, korban terbilang anggota yang rajin dan tidak ada masalah dalam pekerjaan.

“Sudah izin sama saya mau nikah, tapi tidak tahu kapan menikahnya. Selama ini tidak ada masalah, baik-baik saja, makanya saya kaget,” ujarnya.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Kompol Mansuri mengatakan, jenazah korban tiba di kamar mayat sekitar pukul 13.00. Pihaknya belum dapat menyebutkan penyebab kematian korban karena menunggu hasil visum.

“Baru tiba dan bakal diperiksa dulu. Kita nunggu permintaan penyidik apakah diotopsi atau tidak,” ungkap Mansuri.

Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Slamet Widodo berujar, pihaknya belum mengetahui secara pasti motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

“Penyelidikan masih dilakukan oleh Polres Banyuasin dan Propam Polda. Setelah ada laporan hasil penyelidikan, baru bisa diketahui motifnya,” ujar Slamet.

editor : awan

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

/* */