Utang Triliunan, Pemerintah Terjebak Gali Lubang Tutup Lubang

11990 Views

KORDANEWS – Pemerintahan kabinet kerja dianggap masih terjebak dalam permasalahan gali lubang tutup lubang lantaran masih terdapat defisit anggaran dalam APBN. Dengan masih defisit, maka pemerintah mengalokasikan sebagian anggaran untuk ruang defisit keseimbangan primer.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira saay,Sabtu (21/10).

APBN yang disusun dengan defisit maka pemerintah memiliki ruang untuk kembali mengutang. Seperti dalam RAPBN 2018 di mana defisit anggaran ditetapkan 2,19% dengan begitu pemerintah bisa menerbitkan utang sebesar Rp 325,9 triliun.

Dalam RAPBN 2018 juga keseimbangan primer masih mengalami defisit sebesar Rp 78,9 triliun. Keseimbangan primer yang masih defisit menandakan adanya pinjaman atau utang yang digunakan untuk membayar bunga utang yang jatuh tempo pada tahun tersebut.

“Keseimbangan primer ada kecenderungan melebar sejak tahun 2012, itu menunjukkan penggunaan utang kurang produktif,” kata Bhima.
Tepat tahun ini juga utang pemerintah telah mencapai Rp 3.866,45 triliun per September 2017.

Jika dihitung dari 2014-2017, jumlah utang pada saat masa kabinet kerja mencapai Rp 1.261,52 triliun, sebab pada 2014 tercatat total utang pemerintah mencapai Rp 2.604,93 triliun, dan per September 2017 mencapai Rp 3.866,45 triliun.

“Artinya kita makin terjebak dalam permasalahan gali lubang tutup lubang, tapi sekarang lubangnya semakin dalam,” tukas dia.

Editor : mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: