Anaknya Divonis Sakit Paru-paru, Air Mata Eli Wanto Tak Terbendung

13711 Views

KORDANEWS- Eli Wanto meneteskan air mata saat ditemui awak media di kediamannya, selasa (24/10/2017). Dia tak mampu membendung tangis ketika menceritakan nasib puteranya bernama Temi yang masih duduk dibangku SD Negeri 1, Merapi Barat, Kecamatan Merapi Barat. Sebab, buah hatinya itu divonis penyakit paru -paru oleh dr.Edi Spa. Penyakit itu diduga karena debu stok file PT Muara Alam Sejatera yang tidak jauh dari rumahnya.

Saat itu Temi terserang deman tinggi sampai batuk – batuk, akhirnya orang tua Temi, membawa rujukan ke RSUD Rabain Muara Enim. Saat ini ia puteranya masih menjalani pengobatan rutin ke Puskemas Merapi terang.

Sementara kedua puteranya terjangkit ISPA (Inpeksi Saluran Pernafasan Akut) akibat dampak debu batubara dari stokfile PT.MAS, menurut Wanto bahwa stokfile PT.MAS jaraknya sekitar 250 meter dari pemukiman warga dusun V Merapi,” kata Wanto.

Kasi Pemerintahan Desa Merapi Manhar selaku mewakili warga merapi kami meminta stokfile milik PT.MAS agar dipindahkan dan kami kasi tenggang waktu satu tahun,” jelasnya.

Terpisah Camat Merapi Barat Kamran, SE ditemui diruang kerjannya ia meminta stokpile PT.MAS agar dipindahkan agak lebih jauh dikit dari pemukiman warga dan warga disekitarnya agar dibantu pengobatan secara gratis, seperti chek up, kesehatan,” ujarnya,

Sebelumnya sejumlah warga merapi mendatangi untuk menutup aktifitas stokfile batubara milik PT.MAS karena ada warganya yang terkena penyakit paru – paru akibat dampak debu batubara milik PT.Muara Alam Sejahtera ) sehingga warga menutup kegiatan tersebut ujar salah satu warga.

Manhar menuturkan kepada wartawan, solidaritas warga terhadap keluarga wanto, karena belum ada perhatian masalah kesehatan, pengobatan gratis, bahkan pihak PT.MAS hingga kini belum memberikan kepedulian kepada keluarga wanto anaknya bernama Temi kondisinya masih sakit,” tutupnya (Hs)

editor : awan

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: