Buronan Begal Tewas Dalam Baku Tembak

29908 Views

KORDANEWS – Fahrullah alias Sahrul (26), tersangka yang bertanggung jawab atas puluhan tindak kriminal di wilayah Palembang tewas setelah baku tembak dengan aparat kepolisian yang berupaya meringkusnya, Selasa (24/10) dini hari.

Berdasarkan informasi, polisi mengendus keberadaan tersangka yang telah buron selama tiga tahun tersebut sedang berada di Jalan Mayor Ruslan, tepatnya di depan Percetakan Rambang, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT II, Palembang bersama komplotannya.

Namun saat hendak diringkus, tersangka melawan dengan melepaskan tembakan ke arah petugas. Polisi pun membalas tembakan tersangka namun sempat dibuat kewalahan. Kedua pelaku berhasil melarikan diri dari lokasi.

Polisi pun mengejar tersangka yang melarikan diri ke arah Jembatan Musi II. Di tengah perjalanan, tersangka Sahrul yang dibonceng pun masih melepaskan tembakan ke arah petugas.

Namun saat tiba di kawasan Musi II, polisi tidak tinggal diam dan melepaskan tembakan maut ke arah Sahrul dan tersangka terjengkang dari motor dan jatuh. Sahrul roboh dengan tiga luka tembak di dadanya. Sementara satu tersangka yang belum diketahui identitasnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknha telah memburu tersangka selama hampir tiga tahun karena puluhan kali melakukan berbagai macam tindak kriminal.

“Kasus diantranya yakni curanmor, curas, dan curat pernah dilakukannya dalam kurun waktu tersebut. Tersangka pun tak segan melukai korbannya saat beraksi,” ujarnya.

Setelah penyelidikan, Yon berujar, anggota polisi akhirnya mengetahui posisi pelaku dan komplotannya yang tengah berada di kawasan Jalan Mayor Ruslan segera menggelar operasi penangkapan pelaku.

“Tersangka sempat kami bawa ke rumah sakit namun meninggal di perjalanan. Akhinya dibawa ke Instalasi Forensik RS Bahayangkara Palembang untuk keperluan visum dan otopsi,” jelas Yon.

Selain itu, tersangka pun diketahui pernah melakukan penggelapan sepeda motor, pengeroyokan, serta merupakan residivis kasus penggelapan dan baru keluar dari Lapas Kayuagung tiga bulan lalu.

“Pelaku merupakan buronan Polresta dan beberapa Polsek di Palembang. Dalam satu kasus curas yang dilakukannya, pelaku tidak segan menyiramkan air keras kepada korbannya sehingga mengalami luka berat dan cacat di wajah dan tubuh korban,” jelas Yon.

Dari jasad tersangka, pihaknya menyita barang bukti berupa senjata api rakitan jenis revolver, beberapa amunisi, senjata tajam jenis pisau, dan sepaket narkoba jenis sabu di saku celana Sahrul.

“Saat ini kami masih mengembangkan penyelidikan untuk mengejar satu pelaku lain yang berhasil melarikan diri,” ujar Yon.

Sementara ayah tersangka, Suyanto (55) berujar, “Saya tahu dari polisi kalau anak saya meninggal. Saya tidak tahu kalau anak saya suka beraksi kriminal karena dia itu juga bekerja di bengkel,” ujarnya.

Dirinya berujar, anaknya tersebut memang terkadang menghilang lama tidak pulang ke rumah tidak tahu apa yang dikerjakannya. Beberapa waktu lalu pun pernah pergi selama 15 hari tanpa tahu rimbanya usai menjual ponselnya.

“Semalam sebelum kejadian anaknya telpon ke dia minta dibelikan kipas angin. Dia bilang iya nanti papa pulang dibelikan. Lalu dia minta uang ke saya dan pergi. Setelah itu dapat kabar tahu-tahu sudah meninggal,” jelasnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: