Cak Lontong Jadi Motivator, Begini Kisahnya

11319 Views

KORDANEWS- Bertempat di Hotel Aryaduta, Bank Indonesia mengadakan kegiatan Temu Responden dan Seminar Motivasi yang dibuka oleh Rudi Hairudin, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) Selasa (24/10).

Temu responden dan seminar motivasi menghadirkan komedian Cak Lontong dan motivator Handry Santriago sebagai narasumber, dihadiri oleh ratusan responden, pelaku usaha dan Generasi Bank Indonesia (GENBI) se-Sumsel.

Cak Lontong menyampaikan bagaimana kiat menjadi sukses adalah pertama harus sehat, setelah itu baru berusaha untuk bekerja. Berusahalah mempunyai lebih dan berbeda dari umumnya.

“Dalam menggapai kesuksesan tentu tidak mudah sering mengalami kegagalan, bagaimana cara mengatasi kegagalan? Berusaha saja bekerja yang baik sebagai ladang amal, bila kita gagal maka anggaplah kerja yang kita lakukan sebagai amal kita dan berserah kepada Tuhan,” jelasnya.

Pelawak dengan nama asli Lies Hartono ini sempat kecewa berat takkala dirinya didepak daftar pemain di sebuah acara komedi televisi swasta. Padahal, dirinyalah yang menjadi pencetus ide dan konsep dari acara tersebut.

“Tiba-tiba saya menonton iklan di televisi yang mengatakan bahwa akan segera tayang. Aduh, bukan kepalang kecewanya, apalagi tidak ada pemberitahuan sama sekali, boro-boro ditelepon,” kata Cak Lontong dalam seminar motivasi yang diselenggarakan Bank Indonesia Sumsel.

Namun, kekecewaan itu enggan dipendam lama. Pelawak yang piawai mengocok perut dengan permainan kata-kata ini dan pikiran audiens ini pun berupaya mengiklaskan pengkhianatan dari teman-temannya.

“Saya ambil positifnya saja, mungkin saat itu nama saya belum dikenal. Jadi pihak televisi ingin yang sudah langsung jadi saja,” kata dia.

Belajar dari pengalamannya menembus persaingan ketat dunia hiburan, Cak Lontong berpesan bahwa sikap profesionalisme dalam bekerja merupakan salah satu kunci suksesnya.

Jika saja, pelawak berusia 47 tahun ini enggan menambah kapasitas dirinya sebagai pelawak maka sudah barang tentu akan tergerus dari peredaran.

“Dunia lawak itu tidak mudah. Tapi saya sederhanakan saja jika ditanya sukses pelawak itu apa. Maka saya bilang ketika audiens tertawa, itu saja,” katanya.

Editor : mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: