Bank Danamon Raih Laba Rp 3,03 Triliun

10111 Views

KORDANEWS – PT Bank Danamon Indonesia Tbk, kuartal III 2017 mencatatkan laba bersih Rp 3,03 triliun tumbuh 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,5 triliun. Pertumbuhan laba didorong pendapatan bunga bersih (net interest income) sebesar Rp 10,5 triliun tumbuh 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 10,2 triliun, biaya operasional yang menurun, dan biaya kredit (cost of credit) yang lebih rendah.

Chief Financial Officer Danamon, Vera Eve Lim menjelaskan pertumbuhan laba tersebut diiringi dengan peningkatan kualitas aset yang ditandai oleh penurunan biaya kredit.

“Biaya dana atau cost of fund terus menurun sejalan dengan pembenahan pada pendanaan dan peningkatan rekening tabungan yang bersifat granular,” kata Vera dalam keterangan tertulis, Senin (30/10).

Untuk penyaluran kredit segmen usaha kecil dan menengah (UKM) Rp 27,5 triliun tumbuh 10%. Kemudian segmen enterprise terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan tercatat RP 35,7 triliun atau tumbuh 7%. Kemudian kredit perumahan Rp 5,4 triliun atau tumbuh 31%.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance Rp 119,2 triliun atau tumbuh 5%. Pembiayaan baru Adira Finance tumbuh 7% untuk roda dua dan 8% untuk roda empat dibandingkan setahun sebelumnya. Pembiayaan total Adira Finance adalah sebesar Rp 44,2 triliun atau tumbuh 1% dibandingkan setahun sebelumnya.

Giro dan tabungan (CASA) naik 5% menjadi Rp 47,8 triliun. Sedangkan rasio CASA tumbuh menjadi 47,5% dari 43,9% pada setahun sebelumnya. Deposito menurun 9% menjadi Rp 52,7 triliun melalui pelepasan dana mahal.

Rasio kecukupan modal Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank dikelompoknya. CAR konsolidasian berada pada posisi 22,3%, sementara CAR bank only berada pada 23,8%.

Rasio kredit bermasalah Danamon secara kotor tercatat 3,3% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 3,5%. Biaya Kredit (Cost of Credit) juga menurun 25% menjadi Rp 2,5 triliun. Rasio Biaya Kredit (Cost of Credit Ratio) berada pada tingkat 2,6% atau membaik 90 bps dibandingkan setahun sebelumnya

Editor : mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: