Penyumbang Inflasi Sumsel Bergeser

11413 Views

KORDANEWS – Setelah dua bulan mengalami Deflasi, pada Oktober lalu, Sumsel kembali mengalami inflasi sebesar 0,08 persen. Hal ini dipicu oleh kenaikan barang-barang non komoditas.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat, ada beberapa kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhdap terjadinya inflasi pada bulan oktober. Dari sektor komiditi yang memberikan andil terhadap inflasi hanya beras, jeruk dan cabai merah. Namun andil terbesar terhadap inflasi justru bukan dari kelompk bahan makanan.

Kepala BPS Sumsel Yos Rusdiansyah menatakan, andil besar inflasi kelompok perumahan, air, listrik dan elpiji. Sebab bulan lalu terjadi lonjakan harga yang sifnifikan sehingga menimbulkan inflasi baik di Palembang maupun Lubuklinggau.

“Inflasi tahun kalender komulatif untuk Kota Palembang sapai bulan oktober sebesar 1,86 persen, sementara secara year on year sebesar 3,13 persen, inflasi Kota Palembang disebabkan kenaikan indeks harga pada enam kelompk pengeluaran yakni kelompk perumahan ari, listrik gas dan bahan bakar sebesar 0,33 persen, kelompok kesehatan 0,18 persen, kelompok makanan jadi, miniman rokok dan tembakau 0,07 persen,” jelas dia.

Sementara di Lubuklinggau inflasi komulatif tahun 2017 sampai Oktober 2,47 persen. Inflasi yoy 3,05 persen, komoditi yang mengalami kenaikan harga yang menyebabkan inflasi antara lain cabe merah, beras, biaya pendidikan menengah atas, nasi dengan lauk dan lokok.

Dari hasil inflasi dua kota tersebut, maka memberikan andil inflasi terhadap Sumsel tahun kalender komulatif Sumsel sampai oktober 1,93 persen, inflasi yoy 3,12 persen.

“Karena ini momentum akhir tahun yang masih tersisa dua bulan lagi, kami berkeyakinan akan terjadi inflasi terus namun masih terkendali,” katanya.

Editor : mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini:
%d blogger menyukai ini: