Unilever Rasakan Kelesuan Ekonomi

10081 Views

KORDANEWS – Setelah sejumlah ritel dan toko-toko tutup, kali ini perusahaan multinasional Unilever mengakui merasakan terjadinya kelesuan ekonomi. Pertumbuhan perseroan ini melambat 5,5 persen dibandingan periode yang sama tahun sebelumnya,

“Ekonomi Indonesia sedang lesu. Apa yang bisa kami lakukan saat ini bagaimana bisa tetap memberikan produk terbaik kami ke konsumen di tengah situasi ekonomi yang sangat menantang bagi industri consumer goods tahun ini,” kata Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Hermant Bakshi, dalam keterangan tertulis.

Dia mengungkapkan, penjualan bersih Unilever Indonesia hingga September 2017, yang tercatat sebesar Rp 31,2 triliun atau tumbuh 3,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih lambat 5,5% dibanding pertumbuhan dengan periode yang sama dibanding tahun sebelumnya.

Adanya perlambatan pertumbuhan penjualan ini diperkirakan lantaran adanya perubahan atau shifting pasar konsumen pada segmen menengah ke bawah. Shifting konsumen ini membuat produk yang biasa dibeli oleh segmen menengah bergeser ke produk segmen lebih bawah.

Dengan situasi seperti itu, diyakini kompetisi di bisnis consumer goods akan semakin ketat dan penuh tantangan. Pasalnya, produsen-produsen barang konsumsi akan saling berebut pasar konsumen yang saat ini lebih selektif dalam belanja.

“Mengenai market tahun depan, dilihat dari pertumbuhan ekonomi tahun depan 5,4%, kira-kira saya rasa pertumbuhan Unilever more or less akan sama. Kompetisi akan terus ketat dari lokal dan internasional,” tutur Direktur Keuangan Unilever Indonesia Tevilyan Yudhistira Rusli.

Editor : mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below