Kebun Raya Sriwijaya Siap Launching 2018

15050 Views

KORDANEWS—–Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dikenal memiliki lahan basah yakni gambut dengan luasnya hingga menutupi sebagian wilayahnya. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dalam hal ini Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbang) Sumsel menjadikan prioritas lahan tersebut sebagai pembangun Kebun Raya Sriwijaya.

Kepala Balitbang Sumsel Lukitariati mengatakan, pihaknya menjadikan lahan basah ini sebagai Kebun disebabkan adanya karakter
yang unik yaitu dengan kelembapan tanah yang sangat tinggi, bahkan cenderung tergenang.

“Kondisi yang demikian memungkinkan keberadaan spesies-spesies tumbuhan endemik yang telah mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrem dan cekaman, “katanya

Berdasarkan hal tersebut pihaknya menjadikan lahan tersebut sebagai kawasan konservasi tumbuhan lahan basah dan tumbuhan obat.

“Keanekaragaman tumbuhan yang tinggi dan keberadaan masyarakat di wilayah tersebut yang sejak lama memanfaatkan tumbuhan, salah satunya sebagai tumbuhan obat.

Sejauh ini, ia menjelaskan selain penanaman di Kebun Raya Sriwijaya, pihaknya juga sekarang lagi membangun infrastruktur, yang bekerjasama dengan berbagai Dinas-dinas terkait di Sumsel dan juga mengandeng perusahaan BUMD.

“Selain penanaman saja infrastruktur mulai jalan masuk pengaturan aliran kanal pintu air apalagi gambut harus aditur pada saat kemarau kering pada saat hujan banjir, untuk itu kita dibantu oleh Dinas PU BM, Kementerian PU dan untuk BUMN seperti PT Bukit Asam, PT Pusri dan BRI, mereka ada bagiannya untuk membantu membangun infrastruktur di Kebun Raya Sriwijaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kebun yang memakai lahan gambut pertama di Indonesia bahkan di Asia yang berada di Desa Bakung Kecamatan Inderlaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, direncanakan akan selesai di tahun 2018 dan akan di launching bersamaan dengan hari lingkungan hidup mendatang.

“Kita sudah rapatkan bersama UPTD terkait, mudah-mudahan dapat dilakukan pada hari lingkungan hidup,” ungkapnya.

Namun sebelum launching, pihaknya harus melengkapi persyaratan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) seperti halnya kawasan kebun harus legal juga harus memiliki infrastruktur yang memadai yakni jalan menuju kawasan kebun, loket pusat informasi, kanal-kanal, selanjutnya zona koleksi tanaman khas seperti tanaman lahan basah, lahan obat tanaman eksplorasi dan terkahir infrastruktur pendukung sumur bor.

“Dari semua persyaratan dari LIPI tersebut, sudah ada yang selesai untuk tahun 2017 ini, dan yang belum akan kita selesaikan di Tahun 2018 mendatang, kita berharap semua persyaratan dapat selesai, sehingga Kebun Raya Sriwijaya dapat di launching,”ucapnya.

Editor: awa.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: