Target Produksi Karet Sumsel Meleset

11086 Views

KORDANEWS – Target produksi karet Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 1,3 juta ton pada 2018 dipastikan meleset pada tahun ini karena per November hanya tercapai 1 juta ton.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Alex K Eddy mengatakan, tidak tercapainya target ini tak lain dampak dari pelemahan harga di tingkat petani sehingga banyak lahan yang didiamkan begitu saja.

“Pada 2016 malah lebih jatuh lagi, karena produksi tidak tembus 1 juta ton hanya sekitar 900 ribu ton. Semula kami berharap banyak di tahun ini, karena di awal tahun ada perbaikan harga, tapi ternyata harga tetap belum terangkat,” kata dia.

Saat ini harga karet di perdagangan internasional hanya sekitar 1,4 dolar per kilogram, atau masih jauh dari harapan menyentuh 2 dolar per kg.

“Lebih buruk lagi, harga di tingkat petani hanya berkisar Rp5.000 – Rp7.000 per kilogram,” katanya.

Menurut Eddy, pemerintah harus terus berjuang membuat kesepakatan dengan negara-negara pengekspor karet untuk mengurangi pasokan di pasar internasional. Saat ini, pasar ekspor banjir pasokan dari Indonesia, Malaysia, dan dua negara pemain baru yakni Thailand dan Vietnam.

Dua negara baru ini sulit diajak kompromi karena memilik rasio produksi karet lebih baik yakni dua lipat dibandingkan Indonesia. Jika petani Indonesia menghasilkan 1 ton karet dalam 1 hektare maka petani Vietnam dan Thailand dapat memproduksi dua ton.

Selain itu, serapan dari dalam negeri harus ditingkatkan karena sejauh ini baru digunakan untuk bahan membuat aspal.

Editor : mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: