Industri di Sumsel Kurang Gereget

12866 Views

KORDANEWS – Bisnis jasa pengiriman barang dan logistik tahun ini mengalami pertumbuhan berkisar 30 persen. Meski secara bisnis tumbuh, namun Asperindo menilai hal tersebut masih kurang gereget.

Sekretaris Dewan Pempinan Wilayah Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Expres, Pos dan Logistik Indonesia (DPW Asperindo) Sumatera Selatan Haris Jumadi menatakan, pertumbuhan bisnis yang mencapai 30 persen tersebut tidak dibareng dengan serapan industri di Sumsel sendiri. Sebab perbandingan atara barang yang masuk dan keluar 1 berbanding 3. Artinya barang masuk lebih dominan ketimbang barang keluar.

Menurutnya, jika Sumsel memamng ingin menunjukkan gereget bisnis dari industri yang berbasis di Sumsel, perusahaan harus bisa menata pola pemasaran dengan menyasar segemntasi online seperti yang dilakukan daerah luar di Jawa.

“Untuk berang masuk Palembang melalui Asperindo hampir 25 ton perhari, sementara barang yang kelur jauh dibawah ini, perbandaingannya 1-3. Sejauh ini barang yang banyak keluar dari Palembang masih di pimpin oleh Kuliner pempek,” katanya.

Makanya untuk meningkatkan daya saing industri, pemerintah bersama pengusaha harus bisa membuat terobosan dan gagasan,agar industri kita bisa menghasilakan produk yang memiliki daya saing.

“Harus di mulai dari industri kecil skala rumahan seperti yang dilakukan dari darah luar. Sebab dari arus barang yang masuk ke Palembang kebanyakan barang kerajinan yang dibuat melalui home industri,” katanya.

Editor : mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: