Mantan Anggota DPRD Sumsel Dilaporkan Menistakan Agama

19097 Views

KORDANEWS – Masyarakat yang tergabung dalam Gabungan Umat Islam Palembang melaporkan mantan Anggota DPRD Sumsel, Sakim, ke Polda Sumsel terkait penistaan agama, Senin (13/11).

Sakim diketahui menyebar video berbau SARA di sebuah grup WhatsApp yang bertendensi menjelekkan cara mendidik anak dalam agama Islam.

Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, terdapat dua konten cara mengajar dengan bertuliskan ‘Perbedaan guru mendidik’. Dari tayangan pertama terlihat seorang wanita yang membawakan anak didiknya yang hendak masuk kelas dengan melakukan berbagai cara tos. Sedangkan ditayangan kedua terdapat seorang pria bersorban dan berbaju gamis putih memukul para anak yang berbaris melewati dirinya menggunakan sepotong kayu.

Koordinator pelapor, Denny Cikarip Tegar mengatakan, dari video yang disebar oleh Sakim tersebut membuat gabungan umat Islam di Palembang berinisiatif untuk melaporkan Sakim ke Polda Sumsel.

“Hari ini datang ke Polda Sumatera Selatan mengenai pelecehan cara mendidik agama Islam dengan cara agama lain. Ada video yang diunggah oleh terduga saudara Sakim di Forum Masyarakat Sumsel dan Suara Wong Kito di grup WA,” ujarnya usai melapor di SPKT Polda Sumsel.

Dirinya berujar, Gabungan Umat Islam Palembang merupakan gabungan dari beberapa ikatan, asosiasi, beserta komunitas mulai dari ICMI Kota Palembang, Pengacara Muslim Indonesia Palembang, PPMI, Forum Palembang Brother, Mujahid Sejati, FPI, FPPD dan lainnya.

Pihaknya merasa tidak senang dengan mendidik anak yang dibanding-bandingkan. Oleh karena itu pihaknya melaporkan mantan anggota DPRD Sumsel ini diduga karena telah melanggar UU ITE dengan menyebarluaskan video ke grup media sosial.

Pihaknya berharap Polda Sumsel bisa menindaklanjuti laporan tersebut dalam waktu 7×24 jam. Apabila tidak ada upaya memberikan tindakan hukum terhadap Sakim, pihaknya akan melakukan aksi gabungan baik dari Palembang maupun Sumsel.

“Umat Islam dari luar daerah dengan adanya berita seperti ini akan siap berangkat ke Palembang untuk melakukan aksi. Kami cinta Sumsel. Kami tidak mau Sumsel seperti DKI kemarin dengan kasus Ahok kemarin,” ujarnya.

Denny menambahkan, usai mengirim video tersebut, Sakim sempat membuat pernyataan yang kurang lebih bahwa dirinya meneruskan video itu karena dirinya memperoleh dari teman dan diteruskan ke grup WhatsApp. Jika tidak ada yang berkenan, Sakim meminta maaf.

“Menurut kami, itu seperti bukan bentuk pernyataan maaf yang sesungguhnya. Sama saja, kalau saya analogikan anak-anak ini dipukul kemudian dia bilang bapak-bapak sini anak-anaknya saya pukul. Jika ada yang tidak berkenan silakan saja, itu tidak benar,” jelasnya.

Dari laporan itu, pihaknya juga telah diperiksa di Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk dimintai keterangan. Nantinya, akan dilakukan tindak lanjut dari laporan.

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut dan masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait laporan tersebut.

“Masih dipelajari penyidik, nanti baru akan diambil langkah. Sehingga bisa ditentukan bentuk pidananya,” kata Zulkarnain.

Editor : janu/mahardika

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: