Biadab Kakek Ini Umpan Cucu Ke Monyet

11474 Views
ist

KORDANEWS- Seorang kakek di Pasuruan diduga dengan sengaja membiarkan kemaluan cucunya digigit oleh monyet.
Tak hanya kemaluan saja, bahkan sekujur tubuh anak itu juga digigit oleh monyet tersebut.
Kejadian memilukan ini dialami AZI warga Desa Brambang, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Bocah 5 tahun diduga dianiaya kakeknya yang berinisial HRN (44) dengan memanfaatkan seekor monyet.
Kasus ini juga sempat viral di media sosial (medsos).
Sebab, saat kejadian penganiayan itu, ada salah satu warga yang merekam aksi brutal kakek tersebut dan mengunggahnya ke media sosial.
Video itu juga sempat beredar di grup medsos yang ada di Kabupaten Pasuruan.
Dalam video berdurasi 6 menit 50 detik itu, terekam jelas penganiayaan yang diduga dilakukan terlapor pada pelapor.
Terlihat saat itu, terlapor yang hanya mengenakan sarung warna biru motif kotak-kotak tanpa kaus atasan atau telanjang dada.
Penganiayaan itu diduga dilakukan di sebuah lahan kosong.

Pelapor yang kondisinya saat itu telanjang bulat tampak ketakutan.
Ia teriak kesakitan saat monyet itu menyerang dan menggigit anggota tubuh pelapor.
Bahkan, dalam video itu, beberapa kali monyet menggigit alat kelamin pelapor.
Pelapor menangis kencang dan berontak sekuat tenaga.
Namun, terlapor tak bergeming seolah tak mendengar jeritan cucunya itu.
Terlapor justru semakin mendekatkan pelapor ke monyet itu.
Ironisnya, aksi itu juga dilakukan di hadapan beberapa teman pelapor.
Kasus ini kemudian ditangani oleh Polres Pasuruan Kota atas laporan dari masyarakat.
Menindak lanjuti laporan tersebut, Korps Bhayangkara kemudian diturunkan untuk memeriksa beberapa saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo mengatakan, beberapa saksi sudah diperiksa termasuk terlapor.
Pemeriksaan itu sudah dilakukan sejak Selasa siang.
Bahkan, pihaknya sudah mengamankan barang bukti termasuk video yang diduga video penganiyaan terlapor kepada pelapor.
“Masih kami dalami, kami belum tentukan status terlapor. Tunggu pemeriksaan 1×24 jam. Besok kami akan keluarkan status untuk terlapor. Saat ini, dia statusnya masih saksi. Kalau memang kami menemukan alat bukti minimal dua, bukan tidak mungkin terlapor akan menjadi tersangka,” kata dia kepada Surya.
Sekadar diketahui, AZI tidak memiliki ayah, karena ayahnya meninggal saat bayi.
AZI selama ini ikut kakek dan neneknya.
Ibunya bekerja sebagai pelayan toko di Malang.
Hingga berita ini diturunkan, Korps Bhayangkara masih melakukan pemeriksaan.

Editor : ardi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: