Disinyalir Ada Harta Karun, Gua Pondok Batu Belum Dilirik Jadi Potensi Wisata

12017 Views

LUBUKLINGGAU – Sebuah goa batu atau pondok batu yang berada di daerah Taba Jemekeh Kota Lubuklinggau bisa menjadi aset wisata. Sebab, informasi yang beredar dimasyarakat, goa tersebut merupakan tempat persembunyian pejuang kemerdekaan Indonesia saat melawan tentara Belanda dan diduga pernah didiami oleh manusia purba atau pra sejarah.

Lokasi goa yang berada dipinggir sungai Lero ini, untuk masuk kedalam membutuhkan waktu setengah jam melintasi area perkebunan dari akses jalan Fatmawati di Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Tampak, kondisi goa seperti pada umumnya yang dimana terdapat beberap pintu masuk dan dihuni oleh binatang khas kelelawar.

Bahkan, goa yang belum dilirik pemerintah untuk dijadikan objek wisata, berubah fungsi menjadi tempat pesugihan oleh warga yang mencari peruntungan, hal itu tampak dari adanya beberapa sesajen yang ditempatkan disudut goa.

Bukan hanya tempat pesugihan, goa yang belum seluruhnya diketahui oleh warga Lubuklinggau ini juga, beberapa tanahnya telah terlihat adanya bekas gundukan, yang disinyalir oleh warga menyimpan beberapa harta karun.

Marco (38) warga sekitar menjelaskan, pada tahun 2008, dia beserta rekannya tidak sengaja menemukan sebuah goa yang pernah didengarnya dari omongan para tetua adat. Yang mana diceritakan bahwa diwilayah Taba Jemekeh terdapat sebuah goa, serta menjadi tempat persembunyian beberapa tentara Indonesia di zama kemerdekaan lalu.

“Informasinya goa batu atau pondok batu pernah dihuni oleh manusia, ada yang bilang pernah dijadikan tempat persembunyian dan ada juga yang mengatakan pernah dihuni oleh manusia pra sejarah,” terangnya

Ia menambahkan, didalam goa juga tepatnya dari pinggiran goa, ada sebuah lubang yang disinyalir adanya penyimpanan harta karun, dan untuk masuk kedalam hanya cukup satu orang dengan perkiraan kedalaman sekitar 50 meter.”Karena penasaran, kami pernah masuk dan menemukan pecahan piring terbuat dari tanah liat. Namun penemuan piring itu tidak langsung saya ambil dan hanya dibiarkan, saat ini keberadaan pecahan piring sudah tidak ada,” ungkapnya

Dilanjutkannya, informasi yang ada juga dari beberapa warga yang pernah masuk kedalam goa tersebut, masih banyak terdapat benda antik seperti guci dan samurai. “Ceritanya begitu namun saya juga belum bisa memastikan, dan saya berharap di goa batu bisa diteliti, bahkan sejauh ini pemerintah belum pernah datang ke lokasi,” pungkasnya

editor : awan

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

%d blogger menyukai ini: