Mawardi Dipecat Golkar, Irwansyah Lepas Kaos PDIP


KORDANEWS – Dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel tahun ini, setidaknya ada dua bakal calon yang akhirnya terpaksa maju meski tanpa restu parpol yang membesarkan namanya. Mereka yaitu Mawardi Yahya dan M Irwansyah.

Seperti diketahui, Mawardi Yahya yang merupakan Ketua DPD Golkar Ogan Ilir (OI) melenggang maju menjadi bakal calon wakil Gubernur Sumsel berpasangan dengan bakal calon gubernur yakni Herman Deru dimana diusung oleh tiga Partai yakni Partai NasDem, Partai Hanura, dan PAN.

Sedangkan, Irwansyah yang merupakan kader PDI Perjuangan melenggang menjadi bakal calon wakil Gubernur Sumsel berpasangan dengan bakal calon gubernur yakni Aswari dimana diusung oleh dua Partai yakni Partai Gerindra, dan PKS.

Ketua DPD Golkar Sumsel, Alex Noerdin mengakui bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat Golkar. Dimana dalam rapat ini dibahas soal pemberhentian atau pemecatan kader Golkar yakni Mawardi Yahya.

“Yang pasti nantinya, ia (Mawardi) akan dikeluarkan,” katanya, Jumat (12/1)

Meskipun, ia (Mawardi) mengklaim bahwa dirinya tetap di Golkar, tapi Golkar menganggapnya bukan lagi termasuk dalam kader kepengurusan Golkar. Bahkan, status Mawardi sebagai Ketua DPD Ogan Ilir juga bakal dicabut.

“Sanksi ini juga berlaku untuk semua kepengurusan Golkar yang membelot,”katanya.

Menanggapi hal tersebut, Mawardi Yahya mengaku sampai sekarang dirinya belum menerima surat pemberhentian dari Golkar. Karena itu, dirinya tetap menjadi bagian kepengurusan Golkar.

“Tidak ada yang dipecat maupun dikeluarkan dari Golkar,” katanya

Terpisah, Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel, Yudha Rinaldi mengakui seharusnya keputusan apapun yang sudah dikeluarkan DPP PDI Perjuangan. Maka kader harus tegak lurus atau taat.

Jika melanggar, dan terus maju maka tentu harus akan ada sanksi yang diterima kader tersebut, seperti pemberhentian atau me non aktifkannya.

“Setiap kader sudah tau semua persoalan konsekuensi sanksi yang diberikan ini,” ujarnya.

Terlebih lagi, Irwansyah sudah mengantongi kartu tanda anggota PKS. Artinya, ia (Irwansyah) sudah mengundurkan diri dari ke anggotaan PDI Perjuangan.

“Kan tidak boleh dua KTA dalam suatu organisasi. Jadi kami yakin Irwansyah sydah mengerti hal ini,” katanya.

Saat dikonfirmasi Irwansyah mengakui memang dirinya sudah mengundurkan diri dari PDI Perjuangan dan sudah menjadi kader PKS bahkan telah memegang KTA dari PKS.

Meskipun begitu, paling terpenting untuk maju di Pilgub Sumsel adalah restu dari orang tua. Selain itu, dirinya sudah menyerahkan sepenuh hidupnya kepada tuhan pada saat umrah.

“Jadi saya pasrahkan semuanya kepada tuhan apa yang terbaik buat saya,” katanya.

Editor : mahardika

No related post!

Tinggalkan pesan