KORDANEWS – Puluhan perusahaan bergerak diberbagai sektor beroperasi di Kabupaten Lahat. Masih banyak pula perusahaan yang belum memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat. Namun, Plt Bupati Lahat Marwan Mansyur SH MM mengapresiasi PT Golden Great Borneo (GGB). Menurutnya, perusahaan yang bergerak disektor batubara itu, bukan hanya mengeksploitasi, tapi juga dapat berbagai kepada masyarakat.

“Alhamdulillah PT GGB sudah bisa berbagi masyarakat. Dan akan memulai pengangkutan melalui kereta api. Artinya, kedepan jalan umum akan lebih nyaman. Lepas satu persoalan terkait kemacetan. Kita minta warga membantu langkah yang baik ini apalagi selama ini jadi momok kemacetan dan kenyamanan berkendara,” tegas Marwan, saat memperingati 10 tahun keberadaan PT GGB di Kabupaten Lahat, Senin (16/4), yang menggelar bakti sosial. Bekiprah 10 tahun, kata Marwan, bukanlah waktu yang singkat. CSR (Corporate Sosial Responsibility) jangan berhenti.

Kepada warga, bila ada persoalan, imbauan Marwan, baiknya diselesaikan dengan musyawarah. Sebab bukan semata perusahaan yang rugi, masyarakat juga. Apalagi sebagai besar tenaga kerja, merupakan warga sekitar tambang. “Perusahaan dapat bekerja dengan nyaman, masyarakat merasa diperhatikan,” harap Marwan.

Pemegang Saham PT GGB, Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi, didampingi Dirut GGB Sucipto ST mengatakan, sempat ada perusahaan asing yang hendak membeli GGB. Namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh Mantan Kapolda Sumsel itu. “Saya bilang kepada Dirut, kalau tidak ada duit, berhenti dulu operasi. Saya ingin masyarakat bisa menikmati kekayaan alam ini,” cerita Mantan Dubes RI Myanmar itu.

Diusia ke 10 tahun, GGB melaunching angkutan kereta api. Hal ini juga dilakukan sebagai antisipasi dilarangnya angkutan batubara melewati jalan umum. Hal ini juga agar membantu kenyamanan warga dan pengendara dari Lahat hingga Kota Palembang. GGB juga meminta bantuan terkhusus bagi warga sekitar stasiun banjar sari agar bisa dibantu dalam hal proses pengangkutan dari tambang ke stasiun. Tak hanya itu, GGB juga menggelar bakti sosial, berupa pembagian sembako, sunatan massal dan memberangkatkan delapan warga umrah, kepada warga Desa Prabu Menang dan Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, sebagai lokasi tambang PT GGB. “Jalan umum tidak boleh lagi dilewati angkutan truk, makanya mulai hari ini, kita menggunakan jasa kereta api,” tambah Sucipto, disela-sela syukuran yang diisi tausiyah Ustad Al Habsyi.

Plt Ketua DPRD Lahat, Dedi Candra mengakui keberadaan truk batubara yang beroperasi di jalan umum, sudah sangat mengganggu aktifitas masyarakat. Dengan bertambah perusahaan yang menggunakan jasa kereta api, berkurang juga persoalan masyarakat di jalan umum. “Tentunya tidak mengganggu aktivitas lalu lintas di jalan umum,” ujarnya.

EDITOR : AWAN

No related post!

Tinggalkan pesan