Masyarakat Kecewa Tak Bisa Saksikan Debat Kandidat Paslon Pilkada Muara Enim


KORDANEWS – Debat kandidat Pemilukada Kabupaten Muara Enim yang dilakukan pada hari sabtu (05/05/2018) lalu banyak menuai keluhan dan kekecewaan dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu yang mencolok adalah tentang penyewaan stasiun televisi milik negara untuk meliput dan menyiarkan secara tunda melalui frekuensi UHF.

Masyarakat menilai penggunaan stasiun televisi milik negara ini hanya buang-buang duit saja, mengapa demikian? Hal itu dinilai kurang efektif, karena mayoritas daerah di Kabupaten Muara Enim tidak bisa mendapatkan siaran dari frekuensi UHF.

“Yo kalau KPU Muara Enim pakai TVRI Sumsel untuk menyiarkan acara itu percuma be, kami dak biso nonton, dan kami jugo dak tau apo visi misi antar paslon,” ujar U. Sofyan masyarakat Muara Enim

Menanggapi hal itu, Isa Ansori bagian divisi farmas membantah bahwa mereka mengundang salah satu stasiun televisi milik negara (TVRI Sumsel), dikatakan nya mereka hanya menggunakan pihak Event Organizer (EO).

“Kami hanya menggunakan EO untuk mengurus acara itu, kalau masalah nyewah TVRI itu bukan masalah kami, kami tidak berhubungan dengan pihak TVRI tapi yang kami tau acara itu ditayangkan di TVRI Sumsel,” ujar Isa saat di temui awak media, Senin (07/08/2018).

Saat ditanya terkait EO mana yang digunakan, Isa tidak mau menjawab, dirinya hanya mengatakan bahwa EO yang digunakan tersebut karena sering bertemu.

“Ya kami sering bertemu, sering bertemu di Prabumulih atau yang lain, karena itulah kami memakai EO tersebut,” tambahnya.

Namun Isa tidak mau mengatakan berapa dana yang dikucurkan untuk EO dalam menghandle kegiatan debat tersebut.

“Langsung ke sekretariat saja, kami ni cuman komisioner, dak ado hak untuk jawab,” tukas Isa. (Ari)

Baca Juga :   JANJI KAMPANYE: Shinta-Syuryadi Tolak Gunakan Uang Untuk

Editor : mahardika

Muaraenim pilkada politik

Posting Terkait

Tinggalkan pesan