Pilu, Ini Cerita Hendri Selamatkan Nyawa Sang Ibu


KORDANEWS – Hendri (36) warga Desa Sungai Lebung Pemulutan Selatan Ogan Ilir harus menangis dan memohon untuk menyelamatkan nyawa sang ibu setelah drop mengidap penyakit muntah darah setelah berkumpul keluarga saat lebaran idulfitri kemarin

Saat ibu nya terlihat tergeletak tak sadarkan diri ia bergegas menuju bidan desa yang di ketahui weni yuniarti am. ,Kep namun sayang tak ada di tempat. Untuk mengungkapkan kekesalan nya ia pun menulis di akun pribadi nya “anang
bae ”

berikut tulisannya :

“PROSEDUR BIROKRASI atau KEMANUSIAAN,

Pada hari ini jam 22.45 WIB pada tanggal 17 juni 2018, ibu kandung saya
sakit dan kolap(drop)/pingsan, tentu saja kami (saya) panik dan segera
bergegas meminta pertolongan dengan tenaga kesehatan desa SUNGAI LEBUNG,
atau bidan desa, tapi sayangnya bidan desanya TIDAK ADA DI TEMPAT.masih
dalam keadaan panik saya bergegas ke PUSKESMAS DESA SUNGAI LEBUNG bermaksud
meminta pertolongan, ada 2 orang petugas piket (Helmiati abdullah, Am. Kep
&vitha yudepi, Am,.Keb).dengan memohon dan sedikit memaksa saya meminta
pertolongan,,, tapi saya kecewa karena PETUGAS PUSKESMAS TIDAK BISA
MELAYANI PASIEN DILUAR PUSKESMAS DALAM KEADAAN APAPUN karena PROSEDUR
BIROKRASINYA SEPERTI ITU. mereka hanya bisa menolong meminjami INFUS, dan
untuk menginfusnya mereka bilang minta tolonglah perawat dekat rumah!!!?

Waaawww….salut atas pendiriannya memegang teguh PROSEDUR BIROKRASI.

Tapi saya juga ingin menerangkan jenis manusia yang berani melawan aturan
BIROKRASI demi KEMANUSIAAN, manusia unik ini bernama TUTI HARYONO,
Am.Kep, walaupun beliau bertugas di puskemas SUNGAI KELI, beliau mengatakan
saya akan mengambil resiko dengan melayani orang tua saya karena katanya
aturan birokrasi beliau tidak bisa melayani diluar zona tugas. Dengan
segalah kerendahan hati walaupun larut malam TUTI haryono mengatakan saya
tolong tapi di rahasiakan ya!!!!?

Tapi maafkan saya buk perawat cantik, sayang rasanya manusia baik hati
sepertimu sedikit yang tahu, walaupun dengan ku tulis namamu di sosmed.
Mungkin nantinya engkau mendapat masalah karena prosedur BIROKRASI. Tapi
PERCAYALA tindakan mu BENAR.

Harapanku semoga berita ini sampai ke mata dan telinga para pembuat
kebijakan,, agar membuat aturan mendahulukan KEMANUSIAAN, dari pada
birokrasi yang KAKU, sedangkan BIDAN DESA tidak ada di tempat! tolong lor
viralkan kalu bae di denger pejabat terkaet, kolok dakde terulang lagi
pelayanan model mak ini

Buat EMAK ku semogah gancang waras,.. sekali lagi terimakasih buk Tuti
haryono Am.kep atas kesigapan pertolongannya!!”

Saat di hubunggi melalui saluran telepon ia mengukapkan rasa kekecewaan
terhadap terdap petugas kesehatan terutama petgas puskesmas sungai lebung
, karna menurut nya apakah aturan itu tak ada pengecualian karna mentangkut
nyawa dan kemanusiaan .

“Saya hampir menangis pak karna ibu saya terkulai lemas tak sadar kan diri
saya cuma berharap pertolongan pertama dari mereka namun kedua petugas itu
ngotot kami dilarang oleh pimpinan untuk meninggalkan puskesmas. Hari ini
kami memutuskan untuk membawa ibu kami ke rumahsakit Palembang Bari untuk
mendapat perawatan lebih lanjut,” tukasnya.

editor : awan

No related post!

Tinggalkan pesan