Survei Pilkada Palembang Versi Indikator, Harnojoyo-Fitrianti Tertinggi


KORDANEWS – Pemilihan Walikota Palembang akan dilakukan pada 27 Juni 2019 nanti. Untuk itu, Indikator Politik Indonesia (INDIKATOR) melakukan survei opini publik.

Berdasarkan temuan survei opini publik tersebut, dengan simulasi surat suara elektabilitas kedipilihan pasangan calon Harnojoyo-Fitrianti Agustinda sementara ini unggul sebesar 47,8%.

Selanjutnya disusul Sarimuda-Abdul Rozak 30,5% atau berjarak hanya sekitar 17,3% dibandingkan Harnojoyo-Fitrianti. Adapun Mularis Djahri-Syaidina Ali 3,1% dan M Akbar Alfaro – Hernoe Roesprijadji sebesar 1,7%.

Wawancara dan pengumpulan data lapangan survei opini publik ini dilakukan mulai tanggal 7 Juni sampai 13 Juni 2018.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Kota Palembang yang punya hak pilih, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Direktur Riset Indikator Politik Indonesia Moh. Adam Kamil mengatakan dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 950 responden, menggunakan metode multistage random sampling, dan dengan asumsi toleransi kesalahan survei (margin of error/MoE) sebesar ±3,2%, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, meskipun Harnojoyo-Fitrianti memperoleh dukungan paling besar saat survei dilakukan, namun dinamika elektoral masih mungkin terjadi karena kelompok pemilih yang masih mengambang atau tidak menyatakan dukungannya di survei ini masih sekitar 17%.

Kemungkinan pemilih mengubah pilihan juga masih sekitar 19%, meskipun 75% pemilih menyatakan kecil kemungkinan mengubah pilihannya.

Data survei juga menunjukkan bahwa pasangan Harnojoyo-Fitrianti Agustinda unggul hampir pada setiap kelompok demografi pemilih (gender, usia, tingkat pendidikan dll), di seluruh wilayah, terutama wilayah Zona 1 yakni Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kecamatan Kemuning dan Kecamatan Sukarame; serta di Zona 6 yakni Kecamatan Ilir Timur I dan Kecamatan Ilir Timur II.

Baca Juga :   Dugaan Politik Uang Pilkada Muara Enim, DPR RI Minta Panwaslu Gerak Cepat

Harnojoyo unggul terutama karena lebih dikenal (faktor popularitas) dan lebih disukai (faktor kedisukaan), dibandingkan dengan para pesaingnya.

Popularitas Harnojoyo 96% (dari 96% itu 80% suka) dan Sarimuda 88% (dari 88% itu 74% suka). Selanjutnya popularitas: Fitrianti 77%. (dari 77% itu 73% suka), Mularis 58% (dari 58% itu 45% suka), Abdul Rozak 34% (dari 34% itu 65% suka), Akbar Alfaro 34% (dari 34% itu 37% suka), Syaidina Ali 25% (dari 25% itu 54% suka) dan Hernoe Roesprijadji 14% (dari 14% itu 46% suka).

Selain faktor popularitas dan faktor kedisukaan, Harnojoyo juga dianggap lebih positif citra personalnya. Rata-rata, dari 4 (empat) citra personal para calon walikota yang diukur, yakni perhatian pada rakyat, jujur, bisa dipercaya dan bersih dari korupsi, tegas dan berwibawa dan mampu memimpin, Harnojoyo mendapat 71%, Sarimuda 64%, Akbar Alfaro 25% dan Mularis 32%.

“Sebagai petahana (incumbent), kinerja Harnojoyo sebagai Walikota Palembang juga dianggap positif. Ada 11% pemilih yang menyatakan sangat puas dengan kinerja Harnojoyo sebagai walikota Palembang, 74% cukup puas, dan sekitar 12% yang menyatakan kurang puas dan atau tidak puas sama sekali. Tingkat kedipuasan terhadap Fitrianti juga kurang lebih sama,” pungkasnya. (eh)

Editor: Janu

Harnojoyo palembang pilkada

Posting Terkait

Tinggalkan pesan