Ini Syarat Khusus Untuk Diterima di Akbid Muara Enim


KORDANEWS – Sebanyak 325 siswa-siswi yang berasal dari Kabupaten dan kota yang ada di Indonesia berjuang untuk menjadi Mahasiswi Akademi Kebidanan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, sedangkan yang diterima hanya 70 orang siswi.

Dengan sistem berbasis Computerisasi base test (CBT), para calon mahasiswi benar-benar di seleksi secara online, jadi para calon mahasiswi baru setelah lulus admistrasi langsung mengikuti tes secara online dan hasilnya langsung keluar pada saat itu juga. Bagi yang berhasil langsung lanjut ke fase berikutnya.

“Setelah itu, calon mahasiswi yang sudah lulus tadi langsung mengikuti tes kesehatan. Yang kita tes dari ujung rambut sampai ujung kaki, selain itu kita juga memeriksa kehamilan, dan narkoba. Kenapa harus di tes kehamilan dan narkoba, karena kita tidak mau menerima mahasiswi dalam keadaan yang hamil dan terbukti menggunakan narkoba,” terang Hj Rita Kamalia SPd M Kes Direktur Akbid Pemkab Muara Enim kepada Kordanews, Rabu (11/7/2018) .

Yang terakhir, lanjut Rita, tes wawancara, di situ ditanya minat dan motivasinya apa alasannya masuk ke Akbid Muara Enim.

“Kita tidak mau menerima mahasiswi yang masuk akademi kita karena terpaksa, apalagi karena paksaan kedua orang tuanya. Nah hasilnya disebutkan hari itu juga, jadi kita menerapkan moto, one day service. Kita tidak mau menyulitkan para calon mahasiswi dan orang tua serta walinya,” ujar dia.

Dengan menerapkan sistem CBT saat penerimaan calon mahasiswi, bisa menguatkan kredibilitas sekolah, bahwa Akbid Pemkab Muara Enim bersih tanpa pungutan.

“Tapi ada syarat khusus yang wajib diketahui para calon mahasiswi yang ingin masuk ke Akbid Pemkab Muara Enim, yaitu harus lulusan SMA dan tinggi badan minimal harus 150 cm, kalau syarat khusus itu tidak memenuhi syarat mohon maaf belum bisa bergabung di sekolah kita,” paparnya.

Baca Juga :   BPBD Muara Enim Gelar Pelatihan Dasar Cegah dan Tanggulangi Bencana

Lebih lanjut dijelaskan Rita, setiap tahun pasti ada alumni Akbid Pemkab Muara Enim yang masuk nominasi pada saat seleksi pegawai Indonesia Sehat yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Memang lulusan kita memiliki daya saing yang tinggi dan tidak kalah dengan Akbid yang lain, karena sekolah kita sudah Akresitan LAMPTKes Dikti ” B” dengan nilai rata-rata 87.00,” tukas perempuan yang pernah menerima award kartini masa kini dari Pemkab Muara Enim. (Ari)

Editor: Janu

muara Enim pendidikan

Posting Terkait

Tinggalkan pesan