Bagi Sertifikat Tanah, Jokowi : Kalau Mau Dipakai Agunan Silakan


KORDANEWS – Sebanyak 6000 sertifikat hak atas tanah dari jumlah 37.848,
diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo,
kepada masyarakat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), ditempat Benteng Kuto
Besak (BKB), Kamis (13/7).

“Apo kabar wong kito galo? Baik? Alhamdulillah. Hari ini ada 37 ribu
sertifikat yang diserahkan, tetapi yang langsung bisa kita sampaikan di
tempat yang sangat indah ini 6 ribu sertifikat,” sapa Presiden kepada
masyarakat.

Menurut orang nomor satu di Indonesia bahwa kepemilikan sertifikat hak atas
tanah merupakan salah satu hal penting bagi setiap warga negara.
Setidaknya, mereka memiliki kejelasan status tanah yang mereka miliki dari
sertifikat tersebut. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berulang kali
mendengar langsung keluhan-keluhan yang timbul akibat ketiadaan sertifikat
ini.

“Sengketa lahan bisa dengan tetangga, masyarakat dengan masyarakat,
masyarakat dengan pemerintah, dan masyarakat dengan BUMN karena rakyat
tidak memegang hak hukum atas tanah,” tuturnya yang didampingi Ibu Negara
Iriana Joko Widodo.

Bagi Sumatra Selatan, pemerintah menargetkan 250 ribu sertifikat untuk
dapat diterbitkan pada tahun depan. Sementara di tingkat nasional, tahun
ini Presiden memberikan target 7 juta sertifikat untuk diterbitkan dan 9
juta di tahun berikutnya.

“Di seluruh Indonesia, dari 126 juta bidang tanah yang harusnya
bersertifikat, baru 26 juta (yang bersertifikat), kurang 82,5 juta. Tahun
ini kita target 7 juta sertifikat. Ini urusan menteri dan Kakanwil. Saya
akan mengecek mana yang selesai dan tidak. Tahun depan 9 juta harus
selesai,” ucapnya.

Lebih jauh, Kepala Negara juga mengimbau kepada masyarakat agar dapat
memanfaatkan sertifikat dengan baik dan tidak digunakan untuk keperluan
konsumtif.

“Kalau mau dipakai untuk agunan silakan. Tetapi saya titip, dihitung dan
kalkulasi dulu. Hati-hati, bisa mencicil tiap bulan tidak? Kalau bisa
silakan,” ujarnya. (Ab)

editor : awan

No related post!

Tinggalkan pesan