KORDANEWS- Mulai masuknya puncak musim kemarau, menjadi perhatian dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo terhadap kebakaran lahan yang ada di Sumsel.
Jenderal bintang dua ini, tidak mau kejadian tahun lalu terulang kembali hingga membuat Sumsel bahkan luar negeri protes dengan kiriman dari asap kebakaran lahan dan hutan.
Dari pengalaman tahun lalu, Kapolda Sumsel mengancam seluruh pihak baik itu perorangan maupun perusahaan yang sengaja membakar lahan dan hutan.
Bila sengaja melakukan pembakaran lahan dan hutan, maka hukum pidanalah yang akan dihadapi tanpa ada kompromi.
“Titik-titik hotspot mulai meningkat karena Karhutla, dari itulah perlunya meningkatkan kewaspadaan. Kemarau sudah mulai masuk, hanya sekedar gesekan saja bisa terjadi api dan mengakibatkan kebarakan hutan dan lahan,” ujar Djoko, Sabtu (6/8/2016).
Ia sendiri telah melakukan pengecekan langsung dibeberapa tempat sepert di OKI Pedamaran. Karena, dibeberapa wilayah sudah terpantau titik-titik hotpsot yang mulai mengalami peningkatan. Dari itulah, masyarakat dan perusahaan dihimbau jangan membakar lahan dan hutan hanya untuk membuka lahan pertanian atau perkebunan.















