Home Headline New Normal Belum Dapat Diterapkan di Sumsel

New Normal Belum Dapat Diterapkan di Sumsel

Suasana di Jembatan Ampera Palembang (Istimewa)

KORDANEWS –Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19, Yuwono menilai jika penerapan New Normal yang akan diterapkan di Sumatera Selatan khususnya Palembang belum dapat dilakukan.

“Karena belum terkendalinya penularan Covid-19 di Sumsel apalagi tes laboratorium belum optimal, “ujarnya, Minggu, (31/5).

Apalagi dirinya menjelaskan jika perhari sampel yang masuk yakni sebanyak 800 hingga 1.000 sampel yang berasal dari lima provinsi di Sumatera, namun memang 80 persen diantaranya merupakan milik Sumsel.

Tercatat, hingga saat ini total sampel yang sudah masuk Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang mencapai 10 ribu sampel. Sedangkan, yang mampu diperiksa hanya 500 sampel per harinya.

“Jika dalam perharinya sampel yang mampu diperiksa sebanyak 1.000 hingga 1.500 maka pemeriksaan baru dapat dikatakan optimal,” ujarnya.

Dengan kondisi ini maka secara umum Palembang dan Sumsel saat ini belum memenuhi syarat untuk new normal, karena belum sesuai dengan criteria penyelenggaraan new normal.

Dimana, salah satu kriterianya yakni R Nought atau tingkat penularannya dibawah satu. Sedangkan, saat ini tingkat penularan masih dua hingga tiga orang.

Meskipun begitu, saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan sampel per harinya. Bahkan, dirinya memprediksi pemeriksaan optimal yakni baru dapat dilakukan pada pertengahan Juni mendatang. Dimana, pemeriksaan sampel per harinya dapat dilakukan 1.000 hingga 1.500 sampel.

“Jika pemeriksaan sudah optimal maka penularan baru dapat dikatakan terkendali,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, proses tracing yang dilakukan saat ini sudah sangat cepat. Hanya saja fasilitas bagi orang yang terkonfirmasi positif belum merata. Padahal, seharusnya setiap daerah memiliki fasilitas karantina.
Kondisi ini juga menjadi factor belum siapnya Sumsel untuk menerapkan new normal. Mengingat, isolasi dirumah bagi para OTG dinilai tidak efektif.

Selain itu juga, dirinya mengingatkan agar Palembang mewaspadai kasus impor dengan cara memperketat keluar masuknya warga ke wilayah yang harus diawasi dengan baik.

Jangan sampai nantinya justru mengacaukan upaya optimal dalam pengendalian penularan COVID-19 untuk menerapkan new normal. “Apabila semua itu telah terpenuhi maka new normal sudah dapat diterapkan,” tutupnya. (Ab)

 

 

 

 

 

Editor : Jhonny

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here