KORDANEWS- Seorang pemuda yang dipastikan ‘pelaku ketiga’ dalam serangan teror ke kantor redaksi majalah satire Charlie Hebdo di Paris, Perancis, telah ditangkap.
Media Inggris, Daily Express, Minggu (7/8/2016), melaporkan, pemuda itu ditangkap kembali ketika dia mencoba pergi untuk bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).
Pemuda bernama Hamyd Mourad (20), awalnya dianggap sebagai mahasiswa ketika dua anggota Al Qaeda membantai 12 orang di kantor redaksi Charlie Hebdo, Januari 2015.
Aksi protes besar-besaran pasca penangkapan tahun 2015 di Paris dilakukan untuk menuntut pembebasan Mourad, ketika itu sebagai mahasiswa, dan kini menjadi pemuda desawa.
Akhirnya, teman sekelasnya memberikan alibi yang menyebabkan Mourad dibebaskan tanpa dakwaan ketika itu.
Namun, badan-badan keamanan Perancis pada akhir Juli lalu telah menggagalkan Mourad, yang berusaha pergi dari Perancisuntuk bergabung dengan khilafah ISIS di Raqqa, Suriah.
Mourad, yang masih tercantum dalam daftar teroris Perancis, yang sebelumnya dideportasi ke Bulgaria, kini sedang dalam tahanan untuk menunggu pemulangannya ke Perancis.
Sumber intelijen kepada surat kabar Journal du Dimanche menyebutkan, beberapa bukti ditemukan di tas punggung Mourad. Antara lain sebuah telepon genggam dan laptop.
Dari bukti yang diperoleh itu polisi kemudian mengungkap dan memastikan bawah Mourad tidak salah lagi adalah “kandidat anggota jihad”.
Mourad adalah saudara sepupu Cherif Kouachi, pelaku serangan teror di Charlie Hebdo bersama dengan saudaranya, Said Kouachi.





