Home Entertainment Komunitas Pelaku Usaha Pariwisata Di Palembang Sebut Jadi Sasaran Empuk Razia

Komunitas Pelaku Usaha Pariwisata Di Palembang Sebut Jadi Sasaran Empuk Razia

 

KORDANEWS-Penerapan dari jam operasional yang harus tutup pada pukul 21:00 Wib membuat sebagian dari penggerak wisata menjadi sasaran empuk razia dari para petugas dengan alasan tidak mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Kota Palembang.

Oleh karena itu beberapa asosiasi dari pengusaha penggerak wisata seperti asosiasi ASITA, ASPI, PHRI, MASATA dan GIPPI yang diwakili dari pada ketua nya masing-masing Anton Wahyudi, Rida, Agus, Syarhan dan Herlan melakukan rembukan di thevenus Golden Hall setelah ada beberapa anggotanya yang terdampak langsung oleh kebijakan peraturan yang harus menutup usaha mulai jam 21:00 Wib sementara sebagian dari mereka baru membuka tempat usahanya mulai pukul 22:00 Wib.

Bobo Lim mewakili Forum Komunikasi Dunia Usaha Kuliner & Hiburan Palembang mengatakan “Aspirasi ini untuk dipelajari apakah lebih efisiensi dengan menetapkan pembatasan pengujung sebesar 50% dari kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama 24 jam” ungkapnya.

Dikatakannya, artinya jam berapa pun harus sesuai 50% dari kapasitas dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan anjuran pemerintah atau PSBB dilakukan secara merata.

“Maksudnya kami harus jangan ada tembang pilih untuk melakukan penutupan yang yang tidak merata jangan ada kesenjangan antara pengusaha” tambah Syarhan dari MASATA.

Lebih lanjut dikatakan Anton Wahyudi dari ASITA “Pelaku usaha harus melakukan prokes covid dengan ketat, dan menghimbau pemerintah untuk percepatan vaksin terhadap masyarakat terutama dari pelaku usaha wisata”

“Kami ini sebagai penggerak wisata disuruh menggerakkan wisata tapi dengan adanya aturan ini maka seolah apa yang kami lakukan menjadi terhalang” tutup Herlan sebagai ketua GIPPI. (eh).

 

Editor : Admin.

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here