KORDANEWS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kabupaten/kota se- Sumatera Selatan menggelar Rapat Koordinasi Teknik (RAKORTEK) sinkronisasi program bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di hotel santika primer Palembang, Kamis (1/7).
RAKORTEK yang dihadiri oleh narasumber BNPB, yakni Plt, Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat, Budhi Erwanto di buka langsung Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah.

Dalam kegiatan ini, Iriansyah mengatakan sinkronisasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam hal ini BPBD untuk menanggulangi bencana dengan sebaik-baiknya mulai dari pra bencana tanggap bencana hingga pasca bencana.
“Semua itu dapat tercapai jika kabupaten kota menguatkan sektor SDM dan Peralatan yang diperlukan untuk penanggulangan bencana, “ujar dia.
Apalagi mengingat di tahun 2021 bencana terjadi di Sumsel cukup banyak mulai dari banjir bandang, tanah longsor, puting beliung kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Menurutnya itu semua dibutuhkan kesiapan BPBD untuk terjun sesuai perannya menanggulangi bencana.
Oleh sebab itu, dengan kegiatan ini Iriansyah mengharapkan setiap kabupaten kota dapat membuat rincian perencanaan seperti peralatan yang dibutuhkan hingga SDM agar ketika ada bencana BPBD dapat menanggulangi dengan baik.
“Saya minta kabupaten kota membuat perencanaan apa saja yang dibutuhkan ini wajib untuk menangani bencana, ” harapannya.
Walaupun begitu, Iriansyah mengungkapkan dalam menanggulangi bencana bukan hanya BPBD melainkan urusan bersama meliputi Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, TNI/POLRI hingga masyarakat dan Akedemisi.
“Kita semua dari BPBD se-Sumsel wajib merencanakan penanggulangan dengan baik agar daerah dan pusat dapat menemukan sinkronisasi, “ungkap dia.
Hal senada disampaikan Plt, Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat, Budhi Erwanto yang mengatakan dengan sinkronisasi semua program dapat berjalan di pusat dan daerah karena kebutuhan penganggaran saling berkaitan.
“Semua perlu ada program yang selalu diusulkan bertingkat dan berjenjang ketika satu unit tidak sinkronisasi maka akan terbatas program yang dilakukan, ” katanya.















