Home Kriminal Polres Lahat Lakukan Olah TKP Pembuatan SIM Palsu

Polres Lahat Lakukan Olah TKP Pembuatan SIM Palsu

KORDANEWS – Usai diamankannya empat dari lima pelaku dugaan tindak pidana pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM), Rabu (22/9) lalu, Satreskrim Polres Lahat lakukan olah TKP di lokasi pembuatan SIM Palsu di Kelurahan Talang Jawa, Kota Lahat.

Alhasil percetakan DGP milik tersangka utama Deni (28) warga gang Mushola Talang Jawa Utara Lahat, dipasang anggota dengan garis polisi. Empat tersangka lainnya yakni Yunesko (35) warga Desa Lubuk Betung Kecamatan Merapi Selatan Kabupaten Lahat, Damsari (52) warga Desa Tanjung Pinang Kecamatan Merapi Barat Lahat. Riduan Efendi (48) warga Desa Kota Raya Kecamatan Lahat dan Rinto (DPO) masih dalam pengejaran.

Informasi yang dihimpun, praktek pembuatan SIM BII Umum Aspal (Asli tapi Palsu) ini, berawal dari kebutuhan warga untuk memiliki SIM BII Umum sebagai syarat bekerja sebagai sopir angkutan di perusahaan tambang batubara.

Peluang ini rupanya dimanfaatkan oleh tersangka Deni untuk meraup untung, dengan membuat SIM BII Umum Palsu. Caranya mencetak ulang menggunakan kartu SIM C dan merubahnya menjadi SIM B II Umum.

Dari keterangan tersangka, praktek pembuatan SIM dilakukan di percetakan miliknya di Talang Jawa Utara. Melibatkan tiga tersangka lain, dengan peran yang berbeda – beda. Tersangka Rinto (DPO) membantu membuat SIM B II umum yang dipalsukan mendapat keuntungan Rp 500.000. Sementara tersangka Yunesko berperan sebagai perantara dari orang yang memesan. Sedangkan tersangka Riduan Efendi dan Damsari berperan mengantarkan syarat pembuatan SIM B II yang dipalsukan kepada tersangka Deni, mendapat bagian Rp 400.000.

“Setiap SIM BII Umum yang dikeluarkan, tersangka meminta bayaran kepada pemohon sebesar Rp1.2 juta sampai Rp 1,4juta,” ungkap Kasat Reskrim, AKP Kurniawi H Barmawi, disampaikan Kanit Pidum, Ipda Budi Agus.

Praktek pembuatan SIM ini rupanya telah dilakukan sejak Juli lalu, tersangka telah mencetak sebanyak 27 SIM aspal. Pembuatan SIM aspal ini sebagai syarat warga untuk berkerja sebagai sopir di perusahaan batubara.

“Tersangka Dendi dijerat pasal 263 junto 266 KUHP. Sudah 25 SIM yang kita amankan, pengakuannya ada 27 SIM,” tambah Agus. Barang bukti lain yang diamankan diantaranya komputer, mesin cetak dan laminating. (Jml)

Editor : Surya S

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here